Breaking News:

DPRD Surabaya

AH Thony: Pedagang Pasar Tradisonal harus Akrab dengan Pasar Digital

Wakil Ketua DPRD Surabaya AH Thony menyebut, era digital harus memberi berkah bagi pelaku ekonomi kerakyatan.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
surya.co.id/nuraini faiq
ERA DIGITAL - Wakil Ketua DPRD Surabaya AH Thony menyebut, era digital harus memberi berkah bagi pelaku ekonomi kerakyatan. Pedagang pasar tradisional pun harus akrab dengan pasar digital, kata Thony. 

SURYA.co.id| SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya saat ini mulai membenahi keberadaan pasar tradisional.

Bahkan sejumlah pasar ada yang sudah dilengkapi fasilitas wifi. Tentu ini perlu disambut positf, karena bisa menjadi penunjang bagi pedagang untuk memaksimalkan layanan secara online. 

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya AH Thony menyebut bahwa era digital saat ini harus memberi berkah bagi pelaku ekonomi kerakyatan. Mereka bisa menjual produk mereka meski tanpa punya toko. 

"Pedagang pasar tradisional pun harus akrab dengan pasar digital," kata Thony, Minggu (24/10/2021).

Era digital mengajak orang untuk makin kreatif. Dengan pasar dan layanan secara online, hidup dan layanan bisa lebih mudah dan praktis. Maka, aktivitas ekonomi tak boleh menutup diri dari penetrasi teknologi digital. 

Pedagang pun kini mulai sadar bahwa dengan berkembangnya sistem online, mereka harus mulai bertransformasi. Namun, saat ini banyak penyedia aplikasi yang belum menyentuh pasar tradisional

Apabila PD Pasar Surya bisa menerapkan hal itu di lingkungan pasar, maka komunikasi pedagang dengan konsumen secara online bisa dilakukan. ''Digitalisasi menjadi kebutuhan, dan saya pikir PD Pasar perlu masuk ke arah itu, mau tidak mau,'' kata Thony.

Dia menjelaskan, Surabaya sebagai smart city merupakan kota yang sehat dan asri. Di dalam pasar pun harus mencerminkan atau menyediakan fasilitas yang memadai. Smart city, kata dia, tidak hanya berlaku di zona lingkungan kota yang strategis dan banyak dikunjungi warga seperti taman-taman kota. Tetapi, smart city juga harus tercermin di sentra-sentra  ekonomi seperti pasar. 

Karena itu, aplikasi atau marketplace menjadi kebutuhan. Namun, yang paling utama adalah pasar bisa melayani warga di sekitarnya karena bersifat zonasi. ''Sehingga mendekatkan pasar kepada konsumen. Kalau sudah dekat, tapi butuh dekat lagi, maka perlu sistem online. Karena konsumen cenderung minta dimanjakan dengan layanan itu,'' paparnya. 

Pesanan disiapkan, ada petugas pengantaran, konsumen tinggal menunggu barang datang di rumah. Pedagang tentu akan berhitung efektivitas dalam aktivitas pasar modern seperti ini.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved