Breaking News:

Konflik Partai Demokrat

Serangan Menohok Pengacara Demokrat Moeldoko ke Saksi Ahli AHY di PTUN: Harusnya Malu Jadi Saksi

Serangan menohok pengacara Demokrat kubu Moeldoko, Rusdiansyah kepada dua saksi ahli kubu AHY, yakni Zainal Arifin Mochtar dan dan Margarito Kamis.

Editor: Iksan Fauzi
Kolase Kompas.com/Tribunnews.com
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua Umum Partai Demokrat KLB Moeldoko. 

SURYA.co.id | JAKARTA - Perang urat syaraf antara Demokrat kubu Moeldoko dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) masih berlanjut di persidangan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Serangan menohok dilancarkan pengacara Demokrat kubu Moeldoko, Rusdiansyah kepada dua saksi ahli yang dihadirkan kubu AHY, yakni Zainal Arifin Mochtar dan Margarito Kamis.

Rusdiansyah menilai, Zainal Arifin Mochtar dan Margarito Kamis tidak paham obyek gugatan yang diajukan kubu Moeldoko. Ia menilai, pendapat kedua saksi layaknya politisi, bukan akademisi.

"Mereka tidak memahami objek gugatan klien kami atas Kemenkumham dan tidak membaca atau tidak mengerti isi AD ART Partai Demokrat Tahun 2020"

"Keterangan yang mereka berikan tidak terkait dengan substansi gugatan. Mereka tampil seperti politisi, bukan layaknya sebagai akademisi," ujar Rusdiansyah, kepada wartawan, Jumat (22/10/2021).

Diketahui, Zainal Arifin Mochtar mengatakan bahwa dilihat dari sejarah Indonesia, partai yang selalu dirusak itu adalah partai yang oposisi dari pemerintah yang sedang berkuasa.

Pernyataan Zainal ini, kata Rusdiansyah, tidak ada hubungannya dengan substansi gugatan dan tak ada bukti akademisnya.

Menurutnya, Zainal secara sadar ingin menuduh bahwa pemerintah telah melakukan upaya merusak partai-partai oposisi.

"Itu adalah tuduhan yang mengada-ada dan pandangan yang keliru"

"Faktanya, pemerintah dalam hal ini Kemenkumham tidak serta merta menyetujui permohonan kubu KLB Deli Serdang, sehingga kami lakukan upaya hukum ke PTUN," ucapnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved