Senin, 27 April 2026

Berita Surabaya

Peringati Hari Penglihatan Sedunia, Unair Gelar Pemeriksaan Mata Drive Thru

Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Cabang Jawa Timur memperingati Hari Penglihatan Sedunia dengan menggelar pemeriksaan Visus.

Penulis: Zainal Arif | Editor: Parmin
surya.co.id/zainal arif
Pemeriksaan Visus secara Drive Thru berlangsung di Halaman Gedung Fakultas Kesehatan Universitas Airlangga Surabaya (Unair), Minggu (17/10/2021). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Cabang Jawa Timur memperingati Hari Penglihatan Sedunia dengan menggelar pemeriksaan Visus secara Drive Thru.

Pemeriksaan ini berlangsung di Halaman Gedung Fakultas Kesehatan Universitas Airlangga Surabaya (Unair), Minggu (17/10/2021).

Kegiatan yang di inisiasi bersama Departemen Ilmu Kesehatan Mata FK Unair, RSUD Dr Soetomo dan juga Rumah Sakit Unair ini berupa pemerikasaan visus (tajam penglihatan) secara gratis dengan menggunakan aplikasi untuk anak usia sekolah.

Ratusan orang yang sudah terdaftar datang secara bergantian dengan mengendarai kendaraan pribadi baik mobil maupun motor.

Untuk menghindari kerumunan peserta yang diperiksa diberi durasi waktu maksimal 10 menit.

Ketua Departemen Ilmu Kesehatan Mata FK Unair, Dr Evelyn Komaratih dr SpM (K) berharap dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan mata dan gangguan penglihatan. 

“World Sight Day juga merupakan salah satu acara sosial tahunan yang diagendakan oleh Perdami yang bertujuan untuk mengadvokasi dan mengingatkan kembali kepada masyarakat akan pentingnya penglihatan bagi kehidupan kita,” jelasnya.

Alasan digelar secara drive thru, dikarenakan masih dalam situasi Pandemi agar kegiatan dapat berlangsung aman dengan social distancing yang diterapkan.

Pemeriksaan visus drive thru ini diperuntukan bagi anak usia sekolah 6-18 tahun. 

Dan sebelumnya sudah mendaftar secara online lebih dahulu. 

Peserta bisa drive thru bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Bahkan disediakan juga penjemputan menggunakan roda dua, bagi masyarakat yang datang tanpa membawa kendaraan.

"Dari atas kendaraan ini, peserta akan diperiksa matanya dengan melihat huruf yang ada di gadget yang dibawa oleh dokter PPDS dengan jarak sekitar dua meter, dengan menutup mata kiri dan kanan secara bergantian," ujar dokter Evelyn.

"Jika mereka benar membaca dengan skor 6/6 berarti mata normal, sedangkan kalau tidak maka disarankan untuk pemeriksaan lebih lanjut," tambahnya.

Sementara alasan kenapa dikhususkan kepada anak-anak dokter Evelyn mengungkapkan kini anak-anak banyak melakukan aktivitas melalui gadged.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved