Sabtu, 2 Mei 2026

Pemprov Jatim

Gubernur Khofifah : Jatim Siap Jadi Tuan Rumah Konfrensi OIAA Internasional

Gubernur Khofifah menghadiri Pelantikan Pengurus Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Jatim di Trawas, Kab. Mojokerto Minggu (17/10/2021).;

Tayang:
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Parmin
Foto: humas pemprov jatim
Gubernur Khofifah menghadiri Pelantikan Pengurus Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Jatim di Insitut Kyai Haji Abdul Chalim (IKHAC) Trawas, Kab. Mojokerto Minggu (17/10/2021) siang. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Gubernur Khofifah menghadiri Pelantikan Pengurus Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Jatim di Insitut Kyai Haji Abdul Chalim (IKHAC) Trawas, Kab. Mojokerto Minggu (17/10) siang.

Selaku Dewan Penasihat OIAA Jatim, Gubernur Khofifah menginginkan kesinambungan antara program yang dicanangkan oleh OIAA serta program yang sedang dijalankan Pemprov Jatim.

"Sehingga saya minta action plan atau rencana aksi untuk bisa berseiring dengan berbagai ikhtiar
untuk membangun bangsa dengan pendekatan moderasi sesuai pesan Grand Syeikh Al - Azhar Prof
Dr. Syeikh Ahmad Muhamad At- Thayeb melalui konsep ta'zizul wasathiyah atau pengokohan
moderasi" harap Gubernur Khofifah.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah menawarkan kesiapan Jatim untuk menjadi tuan
rumah konferensi internasional jika akan diselenggarakan oleh OIAA Pusat maupun Cabang
Indonesia.

"Kami sesungguhnya sangat siap untuk menjadi tuan rumah jika akan diselenggarakan konferensi
OIAA yang akan dihelat. Baik konferensi internasional maupun nasional," ungkap
Gubernur Khofifah dalam sambutannya.

Bukan tanpa sebab, kesiapan tersebut diungkap Gubernur Khofifah melihat asesmen situasi covid-19
oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI di Jatim tercatat 34 Kab/Kota telah masuk dalam
asesmen level 1.

Sehingga hanya tersisa 4 Kab/Kota yang masih berada dalam level 2.

Capaian tersebut berhasil didapatkan Jatim bukan hanya dari kerja keras , sinergi dan
profesionalisme.  Melainkan juga dengan doa dan dukungan dari semua pihak.

Dihadapan para undangan yang hadir, Gubernur perempuan pertama di Jatim itu menyebut sudah menjadi tradisi bagi Pemprov Jatim untuk mengawali setiap acara dengan sholawat dan santunan anak yatim.

Dari sholawat yang dilantunkan dan santunan anak yatim ini ada doa-doa yang dipanjatkan bagi
provinsi di ujung timur Pulau Jawa ini.

Doa warga dari lintas agama pun juga dikumandangkan dan menyertai kinerja Pemprov dan Masyarakat Jawa Timur di tengah pandemi COVID-19.

"Ikthiar promotif, kuratif, preventif berseiring dengan ikhtiar spiritual seperti ini yang mampu
memberikan kekuatan dan telah membuahkan hasil yang patut disyukuri sehingga dalam waktu 1,5
bulan ini, Jatim dinyatakan sebagai satu-satunya provinsi di Jawa-Bali yang masuk dalam level 1
berdasarkan assessment situasi Covid-19 Kemenkes RI," jelasnya.

Perkokoh Moderasi Keumatan
Mantan Mensos RI ini juga menyebutkan, bahwa Indonesia yang terdiri dari beragam suku, bangsa,
dan agama memerlukan moderasi atau penengah agar kerukunannya dapat senantiasa
terjaga.

"Bagi Indonesia yang memiliki keberagaman suku, adat, tradisi, bahasa, dan agama, maka
pengukuhan moderasi menjadi bagian yang sangat penting."

Gubernur Khofifah menyatakan Pemprov Jatim bersyukur dengan mendapatkan penguatan
moderasi ini melalui tersebarnya para Alumni Al-Azhar di Bumi Majapahit.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved