Senin, 20 April 2026

Berita Lamongan

Keripik Kulit Ikan Patin Lamongan, Gurih dan Renyah, Bikin Wapres Pun Tertarik Menikmatinya

Wapres Maruf Amin, secara khusus meminta keripik kulit ikan patin buatan Lamongan itu untuk ikut dalam pameran produk UMKM di Gedung Negara Grahadi

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Hanif Mashuri
Achmad Zanuar bersama sang istri, Elinda Eka Nurcahya menunjukkan hasil produksinya, Kamis (14/10/2021). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Kreatifitas yang dibarengi dengan keseriusan tinggi akan banyak menghasilkan secara ekonomi. Seperti yang dilakukan pasutri Achmad Zanuar bersama sang istri, Elinda Eka Nurcahya.

Warga Waruwetan, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan ini sekarang bisa menikmati hasil yang menyokong pundi-pundi keuangan keluarganya.

Ya, mereka berhasil mengolah kulit ikan patin yang semula tidak memiliki nilai ekonomis, menjadi keripik yang renyah nan gurih.

Camilan dengan merek Nyonya Patin itu sampai membuat putra Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep serta Wapres Maruf Amin tertarik untuk menikmatinya beberapa waktu lalu.

Namun, keberhasilan tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan. Achmad Zanuar bersama sang istri, Elinda Eka Nurcahya memulai produksi keripik kulit ikan patin di tengah rasa putus asa, akibat berulang kali mengalami kegagalan dalam berwiraswasta.

"Berulang kali diuji dengan segudang kegagalan. Kami terus ikhtiar mencari peluang," kata Achmad Zanuar, Kamis (14/10/2021).

Munculnya ide untuk membuat keripik kulit ikan patin, setelah mendapati kenyataan di Lamongan banyak petambak yang melakukan budidaya ikan patin.

Zanuar mulanya hanya menjadi pengirim ikan ke satu perusahaan. Zanuar mendapati ikan yang dikirim hanya diambil dagingnya oleh perusahaan.

"Ikannya dikuliti dan hanya diambil dagingnya," kata Zanuar.

Zanuar pun mendekati pihak perusahaan untuk diizinkan mengolah kulit ikan patin tersebut.

"Saya beli kulit ikan patin dari pabrik tersebut," ungkapnya.

Tiba di rumah, ikan kulit mentah itu diserahkan kepada sang istri. Dan diolah untuk memulai lagi usaha baru dan sudah tiga tahun berjalan.

Proses pembuatannya cukup sederhana, kulit ikan patin dicuci berulang kali sampai benar-benar bersih, kemudian dibumbui hingga merata, lalu digoreng.

"Proses penggorengan kami lakukan dua kali, yang pertama cukup lama, tapi yang penggorengan kedua hanya sebentar, agar bisa renyah," ungkapnya.

Menurut Zanuar, dirinya tidak mengalami kendala dalam proses pembuatan keripik kulit ikan patin tersebut, karena tanpa proses penjemuran, sehingga tidak terkendala cuaca.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved