Sambang Kampung

Wajah Kampung Lebih Hijau, Warga Kebalon Kulon Surabaya Kompak Tanam Sayur Bersama

Kawasan yang dulunya kumuh dan gersang, kini disulap menjadi kampung yang sejuk dengan berbagai jenis tanaman sayur.

Penulis: Zainal Arif | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/zainal arif
Warga Kampung Kelon1 (Kebalen Kulon) melakukan budidaya berbagai tanaman sayur di kawasan RT 1 RW 5 kelurahan Morokrembangan Surabaya, Senin (11/10/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kampung Kelon1 (Kebalen Kulon) yang terletak di kawasan RT 1 RW 5 kelurahan Morokrembangan Surabaya kini terlihat lebih asri dan hijau.

Kawasan yang dulunya kumuh dan gersang, kini disulap menjadi kampung yang sejuk dengan berbagai jenis tanaman sayur.

Ada tanaman sawi, tomat, cabai hingga terong yang tengah dibudidayakan oleh warga kampung yang berpopulasi 89 KK itu.

Warga terlihat begitu kompak secara bergantian merawat tanaman sayur.

Mulai dari pembibitan, menyirami tanaman, hingga memberi nutrisi untuk tanaman agar tumbuh subur.

Ketua RT 1, Mochammad Fadli mengakui dulunya kampungnya sangat gelap, gersang dan kumuh.

Hal itu dikarenakan kurangnya perhatian untuk melakukan penghijauan.

Baca juga: Kunjungan ke Lapas/Rutan Akan Diwajibkan Menggunakan Aplikasi PeduliLindungi

Ditambah ada banyak limbah rumah tangga yang dibuang sembarangan oleh warga setempat.

Oleh sabab itu, Fadli mengajak warga untuk memperbaiki penerangan dengan memasang lampu, membersihkan limbah serta merapikan kampung bersama-sama.

"Sebelumnya kampung ini bisa dibilang mati, karena dulu lingkungan kampung ini kotor dan kumuh. Mangkanya kami perbaiki sedikit demi sedikit," ujar Fadli kepada SURYA.co.id, Senin (11/10/2021).

"Gorong-gorong kami naikkan supaya air tidak menggenang. Ini untuk jaga-jaga apabila nanti hujan supaya air bisa mengalir. Karena biasanya saat hujan disini (sembari menunjuk gorong-gorong) banjir dan becek," imbuhnya.

Dengan adanya 11 warga sebagai penggerak, kampung ini sejak 2 bulan lalu kompak membersihkan gorong-gorong, membuang limbah yang tidak terpakai sekaligus menata kampung dengan memanfaatkan lahan disisi samping gang untuk tempat penanaman.

Kampung yang memiliki jalan dengan luas 8 x 200 meter ini, sudah memiliki 165 tanaman sayur yang ditanam didalam pot ataupun langsung ke tanah, dan juga ada 115 tanaman hidroponik.

"Meskipun kami sebagian besar memiliki pekerjaan utama namun kami tetap menyempatkan diri untuk membantu merawat," terangnya.

Ditanya perihal kesulitan selama proses penanaman, pria berusia 51 tahun ini mengaku warganya belum menemui permasalahan berarti selama melakukan budidaya.

Kedepannya ia bertekad untuk terus menanam hingga kampungnya dipenuhi dengan berbagai jenis tanaman supaya menjadi kampung yang mandiri dan memiliki ketahanan pangan bagi warganya.

"Sekarang masih 25-30 persen, ini masih awal perubahan kampung kami. Intinya budidaya tanaman di kampung ini akan terus berlanjut," pungkasnya.

BACA BERITA SAMBANG KAMPUNG LAINNYA

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved