Breaking News:

Berita Probolinggo

Modus Koordinator PKH Probolinggo Diduga Sunat Bansos hingga Jutaan Rupiah, ATM Diminta Sebelum Cair

Seorang koordinator bansos PKH Probolinggo dilaporkan ke Polres setelah diduga menyunat dana bantuan hingga jutaan rupiah sejak 2020.

Editor: Iksan Fauzi
Cover Youtube
Koordinator PKH Probolinggo inisial UM diduga sunat bansos hingga jutaan rupiah. Modusnya, ATM penerima manfaat bansos PKH diminta sebelum cair diminta UM. UM diduga melakukannya itu sejak 2020. 

SURYA.co.id | PROBOLINGGO - Seorang koordinator penyaluran bantuan sosial (bansos) Program Keluarga harapan (PKH) dilaporkan ke Polres Probolinggo diduga menyunat dana bantuan.

Ada enam penerima bansos PKH yang melaporkan ke Polres Probolinggo. Kamis (7/10/2021), enam penerima PKH berasal dari Desa Randuputih, Kecamatan Dringu, melaporkan UM ke Polres Probolinggo.

Di antaranya Husnawiyah. Husnawiyah menceritakan modus operandi koordinator PKH berinisial UM yang menyunat bansos warga.

Husnawiyah mengaku mengetahui dan abansos PKH yang diterimanya disunat setelah meminta print out rekening kepada pihak bank.

Dari prin out itulah, ia mengetahui dana bansos PKH yang diterimanya tidak sesuai. Hal itu sudah terjadi sejak 2020.

Husnawiyah menceritakan modus UM memotong bansos PKH. Pelaku selalu meminta kartu ATM milik enam penerima sebelum dana bansos PKH cair. 

Sesungguhnya, kata Husnawiyah, kartu ATM PKH dipegang masing-masing warga penerima manfaat. UM lah yang mencairkan dana di ATM lalu menyerahkannya kepada enam warga.

Ternyata dana yang diterima kurang dari nilai yang tercantum di saldo rekening.

"Yang diterima kami tidak penuh. Seharusnya kami terima Rp 975.000 tapi hanya diberikan Rp 700.000-800.000 oleh ketua kelompok kami, UM. Ini berlangsung sejak tahun 2020"

"Akibatnya, kami mengalami kerugian sekitar tiga jutaan rupiah," kata Husnawiyah.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved