Bursa Calon Panglima TNI

Karier Moncer KSAL Yudo Margono Kurang Dukungan Politik Jabat Panglima TNI Dibanding Andika Perkasa

Karier moncer KSAL Laksamana Yudo Margono dinilai pengamat Universitas Esa Unggul, M Jamiluddin Ritonga tak ada jaminan jabat Panglima TNI.

Editor: Iksan Fauzi
Kolase KOMPAS.com/Deti Mega Purnamasari/Istimewa
KSAD Jenderal Andika Perkasa saat memberikan keterangan pers soal Enzo Zenz Allie di Mabes TNI AD, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2019). Foto kanan : KASAL Laksamana Yudo Margono. 

SURYA.co.id - Karier moncer Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono dinilai pengamat Universitas Esa Unggul, M Jamiluddin Ritonga tak ada jaminan jabat Panglima TNI.

Saat ini, saat ini giliran matra Angkatan Laut mengisi kursi Panglima TNI menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto yang pensiun pada November 2021, tapi hak prerogatif tetap di tangan Presiden. Artinya, Presiden lah yang memiliki hak istimewa untuk memilih siapa calon Panglima TNI mendatang.

Pesaing berat Yudo Margono yang berpeluang menduduki kursi Panglima TNI mendatang adalah Jenderal Andika Perkasa. Menantu mantan kepala Badan Intelejen Indonesia (BIN) Hendropriyono itu saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).  

Apa yang menyebabkan Yudo Margono memiliki peluang kecil menggantikan Hadi Tjahjanto daripada Jenderal Andika Perkasa

Menurut Jamiluddin, Yudo tidak memiliki sosok yang bisa menjamin dirinya menjadi Panglima TNI. "Yudo semata mentereng dari karier militernya, namun tidak ada yang menggaransi ke Presiden Jokowi."

"Tentu ini menjadi titik lemah Yudo Margono," ujar Jamiluddin, Jumat (1/10/2021).

Selain itu, katanya, hingga saat ini belum terdengar dukungan terhadap Yudo dari anggota Komisi I DPR. Ia mengatakan, jika Yudo tak memiliki dukungan dari anggota Komisi I DPR, hal ini akan berpengaruh pada uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) nantinya.

"Hal ini juga menjadi titik lemah bagi Yudo manakala ikut uji kepatutan dan kelayakan di DPR RI," tambahnya.

Berbeda dengan Yudo, Jenderal Andika Perkasa punya faktor kedekatan dan kepercayaan dari Presiden Jokowi. Ia mengungkapkan, kedekatan ayah mertua Andika, Hendropriyono, dengan Jokowi, bisa menjadi jaminan bagi sang Jenderal untuk melenggang ke kursi nomor satu di militer.

Karena, menurut Jamiluddin, proses pemilihan Panglima TNI sangat kental bermuatan politis. "Kedekatan Presiden dengan Hendropriyono kiranya menjadi garansi bagi Jokowi untuk memilih Andika Perkasa."

"Hal itu akan menguatkan kepercayaan Jokowi terhadap Andika Perkasa," bebernya.

Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi sebelumnya mengungkapkan hal serupa. Meski menilai peluang Yudo menjadi Panglima TNI semakin menguat seiring berjalannya waktu, namun sang Laksamana tak memiliki pendukung kuat.

Hal ini tentu saja, kata Khairul, membuat peluang Yudo menjadi Panglima TNI lebih kecil dibanding Andika. "Andika Perkasa memiliki endorser kuat sekaligus barrier (penghalang)."

"Melalui sosok ayah mertuanya, Hendropriyono, maupun dari beragam pernyataan dukungan dari sejumlah politisi dan tokoh," tutur Kahirul, Selasa (14/9/2021), dilansir Tribunnews.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved