Rabu, 22 April 2026

Berita Tuban

Minim Siswa, Belasan SD Negeri di Kabupaten Tuban Dimerger

Dari jumlah 583 SDN yang tersebar di seluruh kecamatan yang ada, 36 sekolah di antaranya telah dilebur menjadi 18.

Penulis: M. Sudarsono | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/m sudarsono
Suasana lingkungan SDN Kembangbilo 2 yang dimerger dengan SDN Kembangbilo 1 

SURYA.CO.ID, TUBAN - Banyak sekolah dasar negeri (SDN) di Kabupaten Tuban yang digabungkan atau merger.

Dari jumlah 583 SDN yang tersebar di seluruh kecamatan yang ada, 36 sekolah di antaranya telah dilebur menjadi 18.

Hal itu dilakukan karena adanya kekurangan jumlah siswa baru dan juga terlalu banyaknya siswa di beberapa sekolah. Sedangkan sarana dan prasarana yang tidak mencukupi.

Seperti SDN Kembangbilo 2 yang dimerger atau digabungkan dengan SDN Kembangbilo 1, karena SDN tersebut kekurangan jumlah siswa baru.

"Penutupan SDN Kembangbilo 2 Kecamatan Tuban dilakukan sejak per 1 September 2021. Sejak tahun 2010 jumlah siswa menurun, sampai dengan terakhir tahun 2021 hanya tinggal memiliki 8 orang siswa," kata Kepala SDN Kembangbilo 2, Joko Supeno kepada wartawan, Rabu (29/9/2021).

Joko yang kini menjabat Kepala SDN Kembangbilo 1 menjelaskan, menurunnya jumlah siswa SDN Kembangbilo 2 dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Pertama, angka kelahiran di desa yang rata-rata per tahun 40 bayi.

Kemudian, juga terdapat tiga lembaga setingkat sekolah dasar, yaitu SDN Kembangbilo 1 dan SDN Kembangbilo 2 serta ada Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Sehingga faktor ini mempengaruhi jumlah siswa yang sekolah di lembaga pendidikan setingkat SD.

"Ada beberapa faktor yang mempengaruhi menurunnya siswa, seperti yang saya sebut. Untuk siswa SDN Kembangbilo 2 digabungkan dengan SDN Kembangbilo 1," terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Nur Khamid menyatakan, penggabungan atau merger 18 SDN dilakukan untuk efektivitas dan efisiensi pembelajaran.

Baca juga: Hadapi PSS Sleman, Pelatih Persebaya Surabaya Aji Santoso Ingin Ukir Sejarah Baru

Penggabungan ini tidak serta merta adanya sekolah yang kekurangan murid, namun juga ada sekolahan yang muridnya banyak tetap dimerger.

"Sekolah yang muridnya banyak tetap dimerger karena tidak memiliki sarana prasarana yang memadai. Ini untuk efektivitas dan efisiensi pembelajaran," ungkapnya.

Mantan Sekretaris Dinas Pendidikan Tuban ini mengatakan, belasan SDN yang dimerger tersebut tersebar di Kota dan pinggiran Kabupaten.

Di antaranya di Kecamatan Rengel sebanyak tiga lembaga, kemudian di Kecamatan Parengan terdapat empat lembaga.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved