Rabu Wekasan 2021 Kapan? Ini Pandangan Ulama Tentang Amalan dalam Islam
Rabu Wekasan 2021 Kapan? Atau jatuh tanggal berapa? Ini panjangan ulama tentang amalan rabu wekasan.
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Musahadah
SURYA.CO.ID - Rabu Wekasan (Rebo Wekasan) atau juga dikenal dengan sebutan Arba Mustakmir merupakan kepercayaan adanya bencana dan musibah di hari Rabu terkahir Bulan Safar.
Diketahui Bulan Safar 1443 Hijriyah jatuh pada Rabu, 8 September 2021 dan berakhir pada Kamis, 7 Oktober 2021.
Lantas Rabu Wekasan 2021 kapan?
Menurut kalender, Rabu terakhir di Bulan Safar jatuh pada tanggal 6 Oktober 2021.
Lantas bagaimana hukum melaksanakan amalam Rabu Wekasan menurut Islam? Berikut penjelasan ulama.
Dalam pandangan Islam, sebenarnya tidak ada tradisi Rabu Wekasan.
Hukum meyakini datangnya malapetaka di akhir Bulan Shafar juga tidak benar, sebagaimana dijelaskan dalam hadits shahih riwayat Imam Bukhari dan Muslim:
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ إِنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم: قَالَ لَا عَدْوَى وَلَا صَفَرَ وَلَا هَامَةَ. رواه البخاري ومسلم.
"Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah Saw bersabda: "Tidak ada penyakit menular. Tidak ada kepercayaan datangnya malapetaka di bulan Shafar. Tidak ada kepercayaan bahwa orang mati itu rohnya menjadi burung yang terbang." (HR. al-Bukhari dan Muslim).
Baca juga: Rabu Wekasan Menurut Islam Lengkap Bacaan Doa Anjuran Ulama
Menurut al-Hafizh Ibn Rajab al-Hanbali, hadits ini merupakan respon Nabi SAW terhadap tradisi yang berkembang di masa Jahiliyah.
Ibnu Rajab menulis: "Maksud hadits di atas, orang-orang Jahiliyah meyakini datangnya sial pada bulan Shafar. Maka Nabi SAW membatalkan hal tersebut. Pendapat ini disampaikan oleh Abu Dawud dari Muhammad bin Rasyid al-Makhuli dari orang yang mendengarnya. Barangkali pendapat ini yang paling benar. Banyak orang awam yang meyakini datangnya sial pada bulan Shafar, dan terkadang melarang bepergian pada bulan itu. Meyakini datangnya sial pada bulan Shafar termasuk jenis thiyarah (meyakini pertanda buruk) yang dilarang." (Lathaif al-Ma’arif, hal. 148)
Sementara amalan Sholat Rabu Wekasan dalam Islam hukumnya haram.
Namun apabila umat Islam khawatir terhadap musibah, dianjurkan melaksanakan Sholat Hajat.
Hal ini disampaikan Almarhum KH Maimoen Zubair.
"Allah menurunkan Bilhi (bala), supaya selamat minta kepada Allah, Shalat Hajat. Niat Shalat Hajat Li Daf'il Bala' :
نَوَيْتُ صَلاَةَ الْحَاجَةِ لِدَفْعِ الْبَلَاءِ
Nawaitu Sholatal Khaajati Lida'fi lbalaai
Shalat terdiri dari empat rakaat, ada tahiyat awalnya sama seperti shalat Isya," jelas KH Maimoen Zubair.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/ilustrasi-rebo-wekasan-14-oktober-2020.jpg)