Rabu Wekasan Menurut Islam Lengkap Bacaan Doa Anjuran Ulama
Berikut pandangan Rabu Wekasan menurut Islam, berikut bacaan doa rabu wekasan anjuran ulama.
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.CO.ID - Rabu Wekasan atau yang biasa disebut Rebo Wekasan atau Arba Musta'mir adalah sebutan untuk Rabu Terakhir di bulan Safar.
Sebutan tersebut seiring dengan kepercayaan masyarakat terhadap bulan Safar yang dianggap 'sial' dengan datangnya penyakit dan musibah.
Kepercayaan tersebut tidak hanya ada pada masyarakat Indonesia, bahkan bangsa Arab sejak dahulu.
Lantas bagaimana Rabu Wekasan menurut Islam?
Dalam Islam, kepercayaan terhadap Rabu Wekasan atau datangnya malapetaka di Bulan Shafar adalah tidak benar.
Baca juga: Rabu Wekasan 2021 Jatuh Tanggal Berapa? Ini Hitungannya Menurut Kalender
Rasulullah SAW bersabda, dalam riwayat Imam Bukhari dan Muslim:
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ إِنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم: قَالَ لَا عَدْوَى وَلَا صَفَرَ وَلَا هَامَةَ. رواه البخاري ومسلم.
"Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah Saw bersabda: "Tidak ada penyakit menular. Tidak ada kepercayaan datangnya malapetaka di bulan Shafar. Tidak ada kepercayaan bahwa orang mati itu rohnya menjadi burung yang terbang." (HR. al-Bukhari dan Muslim).
Menurut al-Hafizh Ibn Rajab al-Hanbali, hadits tersebut merupakan respon Nabi SAW terhadap tradisi yang berkembang di masa Jahiliyah.
Ibnu Rajab menulis: "Maksud hadits di atas, orang-orang Jahiliyah meyakini datangnya sial pada bulan Shafar. Maka Nabi SAW membatalkan hal tersebut. Pendapat ini disampaikan oleh Abu Dawud dari Muhammad bin Rasyid al-Makhuli dari orang yang mendengarnya. Barangkali pendapat ini yang paling benar. Banyak orang awam yang meyakini datangnya sial pada bulan Shafar, dan terkadang melarang bepergian pada bulan itu. Meyakini datangnya sial pada bulan Shafar termasuk jenis thiyarah (meyakini pertanda buruk) yang dilarang." (Lathaif al-Ma’arif, hal. 148).
di Bulan Safar umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, sebagaimana yang dilaksanakan Rasulullah SAW.
Dari Jabir bin Abdillah RA diriwayatkan, hari Rabu adalah hari di mana doa Nabi dikabulkan setelah sebelumnya berdoa mulai Senin di masjid al-Fath.
Umat Islam dapan membaca doa apa saja, sesuai yang diharapkan.
Mengenai bulan Safar 1443 H, berikut doa tuntunan yang dicontohkan Lembaga Falakiyah PBNU:
اَللّٰهُ اَكْبَرُ اللٌٰهُمَّ اَهِلِّهُ عَلَيْنَا بِالْاَمْنِ وَ الْاِيْمَانِ وَ السَّلَامِ وَ الْاِسْلَامِ وَ التَّوْفِيْقِ لِمَا تُحِبُّ وَ تَرْضَى رَبِّيْ وَ رَبُّكََ اللّٰهُ
Artinya : “Allah Maha Besar. Ya Allah, jadikanlah ini bulan ‘membawa’ keamanan, keimanan, keselamatan, keislaman, kemampuan untuk mengamalkan apa yang Kau suka dan restui. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah.”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/ilustrasi-rabu-wekasan-dalam-islam.jpg)