Kamis, 28 Mei 2026

Pelabuhan Anggrek Disebut bakal Dongkrak Perekonomian Provinsi Gorontalo

Pengembangan Pelabuhan Anggrek menjadi pelabuhan logistik (logistics port) akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo.

Tayang:
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
Foto: pelindo 3
Ilustrasi pelabuhan kontainer. Pelabuhan Anggrek akan dikembangkan menjadi pelabuhan logistik (logistics port) dengan nilai investasi sekitar Rp 1,4 triliun. 

SURYA.co.id | SURABAYA -  Pengembangan Pelabuhan Anggrek menjadi pelabuhan logistik (logistics port) dengan nilai investasi sekitar Rp 1,4 triliun akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo.

Hal itu diungkapkan Rachmat Gobel, anggota DPR RI asal Gorontalo, Kamis (23/9/2021).

Menurutnya, pengembangan Pelabuhan Anggrek akan dilakukan dalam dua tahap yang didukung penuh dari pemerintah, BUMN, dan investor swasta.

“Pengembangan Pelabuhan Anggrek tersebut menggunakan skema kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan ini merupakan skema pembiayaann yang inovatif, sehingga tidak menggunakan dana APBN, tapi melalui pendanaan kreatif non-APBN,” jelas Rachmat.

Pengusaha asal Gorontalo tersebut menjelaskan bahwa penyerahan proyek pengembangan Pelabuhan Anggrek dijadwalkan pada 28 September 2021 di Pelabuhan Anggrek, Gorontalo

Pengembangan pelabuhan tersebut diserahkan dari Kantor Unit Penyelenggara Kelas II Pelabuhan Anggrek, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan kepada PT Anggrek Gorontalo Internasional Terminal (AGIT).

PT AGIT adalah konsorsium yang memenangkan lelang proyek tersebut yang terdiri dari empat perusahaan, yaitu PT Gotrans Logistics International, PT Anugerah Jelajah Indonesia Logistic, PT Titian Labuan Anugrah dan PT Hutama Karya (Persero).

Pembanguanan tahap pertama akan dimulai pada 2022/2023, meliputi pembangunan dermaga, lapangan peti kemas (container), kargo dan fasilitas pendukung lainnya. Sedangkan pengembangan tahap kedua direncanakan pada tahun 2031/2032.

Pengembangan Pelabuhan Anggrek untuk menjadi Port Logistic, akan dilengkapi sarana dan prasarana yang akan dikembangkan tidak hanya sebatas peningkatan kapasitas Pelabuhan, tapi juga kualitas layanan.

"Jadi proyek ini nantinya tidak hanya sebatas pembangunan fisik, tapi juga nonfisik termasuk manajemen dan sumber daya manusia," jelas Rachmat.

Ditambahkan bahwa untuk penguatan dan penambahan kapasitas dermaga untuk peti kemas yang dapat mengakomodir kapal bertambat sebesar 30.000 DWT (dead wight ton) dan general cargo untuk dapat mengakomodir kapal sebesar 10.000 DWT.

Pengembangan terminal bongkar muat barang, peningkatan layanan bongkar muat peti kemas, curah umum, curah cair dan peti kemas pendingin (feefer container).

Dijelaskan bahwa selanjutnya adalah pengembangan fasilitas layanan terminal barang seperti lapangan penumpukan peti kemas, curah kering, barang umum (general cargo) dan peti kemas kosong (empty container). 

Pelabuhan Anggrek juga akan dilengkapi dengan layanan konsolidasi & distribusi barang (CFS), peralatan bongkar muat Harbour Mobile Crane (HMC) serta lapangan parkir truk peti kemas dan Kargo.

Keberadaan Pelabuhan Anggrek, akan melancarkan pergerakan logistik dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Gorontalo dan kawasan sekitarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved