Selasa, 9 Juni 2026

Berita Pamekasan

Tragedi Berdarah Ponakan Habisi Paman di Pamekasan Dipicu Batu dan Anyaman Bambu, ini Kronologinya

Tragedi berdarah ponakan habisi paman di Kelurahan Lawangan Daya, Kabupaten Pamekasan, Madura, ternyata dipicu tanah sejengkal. 

Tayang:
Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Musahadah
surya/kuswanto ferdian/ilustrasi
Suasana warga setempat saat melihat korban pembunuhan di Kelurahan Lawangan Daya, Kabupaten Pamekasan, Madura, Sabtu (25/9/2021). 

SURYA.CO.ID - Tragedi berdarah ponakan habisi paman di Kelurahan Lawangan Daya, Kabupaten Pamekasan, Madura, ternyata bermotif dendam.

Tragedi berdarah yang berlangsung pada Sabtu (25/9/2021) sore pukul 16.00 WIB itu berawal dari dendam lama Haryadi Sudrajat (HD) dan Nairan (54) pamannya.

Mereka pernah cek-cok masalah jalan di dekat rumah korban. 

Jalan menuju rumah pelaku itu menjadi sempit karena korban memberi batu dan penutup yang terbuat dari anyaman bambu.

Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Tomy Prambana mengungkapkan akibat batu dan penutup dari anyaman bambu itu, mobil pelaku sulit masuk melewati jalan tersebut.

Lalu, pada Sabtu, 25 September 2021 sekira pukul 15.30 WIB, pelaku bertemu dengan korban dan menegur sembari menjelaskan bahwa mobilnya akan keluar.

Baca juga: Yosef Bertengkar Hebat dengan Amalia Mustika Ratu Gara-gara Motor NMax, Sebelum Pembunuhan di Subang

Dia minta tolong korban agar sementara menyingkirkan batu dan anyaman bambu yang menghalangi jalan tersebut.

Namun, respons korban justru tidak terima dan marah kepada pelaku.

Karena tak kunjung direspons oleh korban, akhirnya pelaku memindahkan sendiri batu, dan anyaman bambu yang menghalangi jalan tersebut.

Tak disangka, melihat perbuatan pelaku, korban semakin marah dan hendak memukul pelaku menggunakan palu.

Saat itu pelaku berhasil mengelak.

"Setelah percekcokan tersebut, pelaku pulang kerumahnya mengambil celurit," kata AKP Tomy Prambana, Senin (27/9/2021).

Usai mengambil celurit, pelaku langsung menuju rumah korban.

Setiba di rumah korban, pelaku langsung membuka celurit yang masih tertutup wadahnya, dan langsung membacokkan celurit itu kurang lebih dua kali ke arah leher kanan belakang korban.

Setelah tertebas celurit, korban langsung jatuh tengkurap.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved