Menaker Tegaskan BLT BPJS Ketenagakerjaan Bisa Ditarik 100%, Ini Testimoni Pekerja yang Sudah Dapat
Menteri Ketenagakerjaan ( Menaker) Ida Fauziyah kembali menegaskan bahwa BLT BPJS Ketenagakerjaan bisa ditarik 100%.
Penulis: Arum Puspita | Editor: Iksan Fauzi
SURYA.co.id - Menteri Ketenagakerjaan ( Menaker) Ida Fauziyah kembali menegaskan bahwa BLT BPJS Ketenagakerjaan bisa ditarik 100% alias diterima tanpa potongan apapun.
Ini khususnya bagi pekerja yang menggunakan rekening BCA dan bank swasta.
"Jadi bantuan BSU sebesar 1 juta rupiah tersebut dapat ditarik atau dicairkan seluruhnya," kata Ida, dikutip dari Instagram @kemnaker.
Di sisi lain, Ida menjelaskan, saat ini penyaluran BSU telah memasuki tahap V dengan total data calon penerima BSU yang telah diserahkan BPJS Ketenagakerjaan kepada Kemnaker sebanyak 7.748.630 calon penerima.
Setelah melalui proses pemadanan data, BSU telah disalurkan sebanyak 4.911.200 orang penerima.
"Kita prioritaskan penerima BSU ini tidak menerima program lain, sehingga ada pemerataan penyaluran berbagai bantuan pemerintah yang telah dikeluarkan oleh pemerintah," katanya.
Menaker Ida bersyukur, BSU yang digulirkan pemerintah dapat membantu pekerja/buruh yang terdampak pandemi COVID-19, khususnya di masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
"Kita berharap semua program ini akan selesai di Bulan Oktober 2021," ujarnya.
Di sela-sela kunjungan kerjanya ke Provinsi Sulawesi Utara, Menaker Ida Fauziyah mengunjungi sejumlah pekerja/buruh penerima BSU tahun 2021.
Mereka yang ditemui oleh Menaker Ida adalah Diana Spencer (pekerja Fiesta Swalayan, Manado), Maykel Marlon Umbas (CV Kombos Manado 1), Alfrets Fernando Gerry Najoan (Swadharma Bakti Negara), dan Rendy Tumiwa Mawitjere (Hotel Gran Puri Manado).
Salah seorang penerima BSU yang ditemui oleh Menaker Ida yakni Diana Spencer, mengutarakan rasa bahagianya karena mendapatkan BSU dari pemerintah. Ia pun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden Joko Widodo yang telah menggulirkan program BSU.
“Bantuan ini sangat berarti bagi saya dan keluarga, karena operasional menjadi tidak stabil beberapa waktu ini, dan dengan BSU ini kebutuhan kami sehari-sehari dapat terbantu,” kata Diana.
Testimoni Penerima BLT BPJS Ketenagakerjaan
Melansir dari beberapa unggahan instagram @kemnaker, sejumlah penerima BLT BPJS Ketenagakerjaan memberikan testimoni.
Testimoni pertama dari Sahid Sulaiman, yang bekerja sebagai supir di Toko Roti Rapi, Semarang.
Sahid sudah mendapat BLT BPJS Ketenagakerjaan, dan akan ia gunakan untuk membayar biaya sekolah anak.
"BSUnya dipakai untuk bayar biaya sekolah anak dan belanja kebutuhan sehari-hari.
Alhamdulilah, bantuan ini sangat membantu sekali menopang biaya hidup di saat pandemi" ujar Sahid.
Testimoni selanjutnya datang dari salah satu pekerja PT Perusahaan Industri Ceres.
Ia sangat berterima kasih kepada Presiden Jokowi dan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah atas BSU yang diberikan.
Dana BSU akan ia pakai untuk membantu biaya orangtua membuka warung.
"Terima Kasih kepada Ibu Ida Fauziyah dan Bapak Presiden Jokowi atas bantuannya.
Dana BSU akan saya pakai untuk bantu orangtua buka warung" ujar pekerja tersebut.
Dan yang terakhir, salah satu penerima BLT BPJS Ketenagakerjaan, Juanita Drie Wardani memberikan testimoni.
Juanita bekerja sebagai Guest Relation Officer di Gumaya Tower Hotel, Semarang.
Ia mengungkapkan manfaat dari BLT tersebut.
Wanita yang kerap dipanggil Juan ini mengaku menerima bantuan tersebut pada 10 Agustus 2021 lalu.
Setelah bantuan cair, ia langsung menggunakannnya untuk keperluan sehari-hari dan tambahan untuk membayar sewa kos.
Di masa pandemi ini, Juanita mengaku merasa terbantu dengan adanya BLT BPJS Ketenagakerjaan.
Juan berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah.
“Saya selaku sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan.
Dengan bantuan kemarin, setidaknya mendapat support keuangan untuk menutup kebutuhan kami sehari-harinya,” tutup Juan.
Waspada Hoax Pencairan BLT BPJS Ketenagakerjaan
Masyarakat harus waspada dengan adanya info hoax tentang pencairan subsidi gaji atau BLT BPJS Ketenagakerjaan yang viral di WhatsApp (WA).
Melansir dari unggahan instagram resmi Kementerian Ketenagakerjaan ( Kemnaker), info hoax tersebut berisi sejumlah persyaratan untuk mencairkan BLT BPJS Ketenagakerjaan.
Penerima info tersebut akan diminta untuk mengirimkan beberapa dokumen seperti Fotocopy KTP, formulir AR-01 hingga bukti kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Kemnaker menyatakan bahwa info tersebut adalah Hoax.
Informasi resmi terkait Bantuan Subsidi Upah (BSU) melalui website kemnaker.go.id dan akun media sosial Kemnaker.
Berikut akun resmi media sosial Kemnaker:
Instagram: @kemnaker
Twitter: @KemnakerRI
Facebook: Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia
Tiktok: @kemnaker
Penyebab BLT BPJS Ketenagakerjaan di Himbara, BCA dan Bank Swasta Lama Cair
Berikut sejumlah penyebab BLT BPJS Ketenagakerjaan untuk bank Himbara, bank BCA dan dan bank swasta lama cair.
Hal ini diungkapkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan ( Kemnaker) setelah melakukan evaluasi.
Melansir dari intagram @kemnaker, memasuki tahap 5 penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU), Kemnaker menyelenggarakan kegiatan Evaluasi Bantuan Subsidi Gaji/Upah bagi pekerja/buruh Tahun 2021 di Jakarta, Jumat (24/9/2021).
Evaluasi dilakukan terkait data penerima BSU, mekanisme penyaluran, kendala, dan kemungkinan perluasan cakupan wilayah penerima, serta percepatan penyaluran BSU Tahun 2021.
Dirjen Indah mengatakan, sesuai arahan Menaker Ida Fauziyah, penyaluran BSU tahun 2021 ini, Kemnaker hanya menyalurkan BSU lewat rekening HIMBARA.
Sehingga pekerja yang telah memenuhi syarat dan lolos verifikasi, namun tak memiliki rekening HIMBARA, akan dibukakan rekening baru secara kolektif (burekol).
Indah menegaskan, total data calon penerima BSU yang dikirimkan BPJSTK sebanyak 7.748.630 calon penerima.
Setelah melalui proses pemadanan data, BSU telah disalurkan sebanyak 4.911.200 orang penerima.
"Total dana yang telah disalurkan hingga saat ini per-24 September, sebesar Rp4.911.200.000.000 (Rp4,9 Triliun), yang terdiri dari rekening existing Bank Himbara dan burekol," ujarnya.
Ditegaskan Indah Anggoro Putri, dalam penyaluran BSU selama ini, juga ditemukan berbagai permasalahan.
Yakni yang pertama, komunikasi antar Bank di kantor pusat dan kantor cabang yang tidak sinkron.
Sehingga mengakibatkan proses aktivasi tak bisa dilakukan secara cepat.
"Kedua, terbatasnya sumber daya Bank dalam pelayanan aktivasi rekening baru secara kolektif," katanya.
Ketiga, gagal salur untuk rekening eksisting meski telah dilakukan verifikasi dan validasi oleh bank sebelum ditetapkan sebagai penerima BSU oleh KPA.
Keempat, kurangnya diseminasi Bank kepada pekerja penerima BSU mengenai mekanisme penyaluran BSU.
Kelima, perusahaan menolak menerima dana BSU untuk pekerja karena kurangnya sosialisasi kriteria penerima BSU.
"Keenam, lemahnya koordinasi dan sosialisasi antara BPJS TK Pusat dengan kantor cabang dan BPJS TK dengan Bank Himbara dalam pelaksanaan penyaluran BSU," ujar Dirjen Indah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/menaker-ida-fauziyah-saat-pantau-penyaluran-blt-bpjs-ketenagakerjaan.jpg)