Ketua Ormas Peras Pedagang : "Udah gini, Dek, kau bantu berapa aja, Abang enggak matok,"
"Aku masih merintis, aku ngutang sama orang, Bang. Sama uang orang. Tiap bulan kutitip, Bang, soalnya aku baru menikah," kata korban memelas.
SURYA.CO.ID|MEDAN - Aksi premanisme yang dilakukan oknum anggota ormas kembali terjadi di Medan. Kali ini korbannya adalah seorang pedagang di Medan Timur, Medan, Sumut.
Kasus ini menjadi viral, setelah video yang menampilkan kejadian tersebut beredar di grup WhatsApp.
Dalam rekaman video, tampak seorang pria mengenakan kemeja kotak-kotak merah dan bertopi mendatangi korban yang sedang berjaga di kiosnya di Kelurahan Sidorame, Kecamatan Medan Timur.
Kepada korban, pelaku tiba-tiba meminta untuk dihargai. Pria itu juga meminta sejumlah uang kepada pedagang tersebut.
"Udah enggak kau hargai aku?" ujar pria tersebut.
"Udah gini, Dek, kau bantu berapa aja, Abang enggak matok," ujar pelaku.
Korban berusaha untuk menolak permintaan pelaku dengan menyebutkan dirinya sebagai pengantin baru dan memiliki banyak pengeluaran untuk membayar listrik.
Pedagang itu juga mengatakan, saat ini sepi pembeli.
"Ini pun masih tanggal 22. Akhir bulan pula, enggak ada yang belanja," ujar korban.
Namun, preman tersebut masih terus memaksa.
"Udah gini aja Dek. Udah sini uang 20 (Rp 20.000). Pas Abang habis minyak pulang, minta uang 20," kata dia.
Namun, lagi-lagi pedagang tersebut menolak.
"Aku masih merintis, aku ngutang sama orang, Bang. Sama uang orang. Tiap bulan kutitip, Bang, soalnya aku baru menikah," kata dia.
Video itu juga diunggah akun Instagram @tkpmedan dengan keterangan, "Oknum ketua ormas di Medan pungli pedagang di Jalan rakyat Medan".
Kapolsek Medan Timur Kompol M Arifin mengatakan, setelah video tersebut viral, polisi melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku yang ternyata merupakan ketua organisasi masyarakat berinisial ES.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-surabaya-premanisme_20160821_225126.jpg)