Sampoerna Academy dan DSA Bagikan Tips untuk Anak Ikuti Pembelajaran Tatap Muka Terbatas
Kegiatan PTM ini juga harus mengikuti Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mendorong sekolah untuk segera melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di wilayah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level satu hingga tiga.
Kegiatan PTM ini juga harus mengikuti Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.
Berkaitan dengan hal ini, pionir STEAM dan sekolah interkultural Sampoerna Academy telah melakukan persiapan menyeluruh berkaitan protokol kesehatan ketat sesuai panduan pemerintah dan standar nasional - internasional, serta mengaplikasikan penggunaan teknologi terkini untuk mendukung proses pembelajaran lebih efektif dan optimal.
“Kami berkomitmen menciptakan lingkungan pembelajaran yang sehat, efektif, dan kondusif bagi seluruh siswa, guru,dan staf kami."
"Mengikuti peraturan otoritas daerah, maka Pembelajaran Tatap Muka Terbatas sudah kami mulai di lokasi kampus Sampoerna Academy Sentul, BSD, dan Surabaya,” kata Dr Mustafa Guvercin, School Director Sampoerna Academy, Selasa (21/9/2021).
Dokter Spesialis Anak (DSA), dr Lucky Yogasatria Sp A, ikut membagikan beberapa hal yang harus disiapkan bagi orang tua yang memilih mengikut sertakan anak dalam sekolah tatap muka.
”Mengikuti sekolah tatap muka memang perlu dipersiapkan dengan cukup matang, dimulai dengan kesiapan anak termasuk mengajarkan anak tentang kebiasaan baik di masa pandemi," kata dr Lucky.
Seperti selalu menggunakan masker, cara mencuci tangan dengan benar, menutup mulut saat batuk atau bersin, dan selalu memantau kesehatan anak di rumah.
"Jika anak menunjukkan gejala penyakit tertentu, biarkan anak tinggal di rumah dan tidak pergi ke sekolah," ujar dr Lucky.
Selain itu, dirinya juga mengingatkan orang tua untuk mengajarkan anak memperhatikan kebersihan makanan dan minuman yang mereka konsumsi.
Ini termasuk anjuran untuk membawa bekal dari rumah dan tidak berbagi alat makan yang sama dengan orang lain, serta mengedukasi anak untuk tidak melakukan diskriminasi atau merendahkan orang lain yang sakit di masa pandemi Covid-19.
Kemudian, sebelum berangkat sekolah setiap anak perlu sarapan dengan gizi seimbang, dalam kondisi sehat, menggunakan masker dengan baik, membawa masker cadangan, tempat pembungkus untuk masker kotor, hand sanitizer, serta lengkapi vaksinasi anak.
Selain itu vaksinasi Covid-19 bagi anak di atas 12 tahun, tetapi vaksinasi sesuai rekomendasi IDAI 2020.
Selama seminggu terakhir, hybrid learning mulai dijalankan di tiga kampus Sampoerna Academy yang berlokasi di Sentul, BSD Tangerang, dan Surabaya.
Ketiga kampus ini telah mendapatkan perizinan untuk melakukan PTM Terbatas dari pemerintah daerah dan dinas pendidikan terkait.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/ptm-di-sampoerna-academy.jpg)