Breaking News:

Berita Surabaya

Pengelola Wisata di Kota Surabaya Didorong Ajukan Sertifikat Sehat dan Bersih CHSE

Sertifikat dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) ini harus dimiliki pengelola wisata di tengah situasi pandemi covid-19.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/ahmad zaimul haq
Sejumlah pengunjung melihat satwa koleksi Kebun Binatang Surabaya (KBS). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Ketua Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah mendorong agar ada sertifikat sehat dan bersih di setiap tempat wisata di Kota Surabaya.

Disbudpar dan pengelola wisata harus mengajukan sertifikat ini.

Sertifikat CHSE tersebut adalah akronim Cleanlines Healt, Safety and Environment.

Sertifikat dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) ini harus dimiliki pengelola wisata di tengah situasi pandemi covid-19.

"Penggunaan sertifikat CHSE ini sebagai jaminan kepada wisatawan dan masyarakat bahwa produk dan pelayanan yang diberikan sudah aman. Sudah memenuhi protokol kebersihan, kesehatan, keselamatan," kata Khusnul, Jumat (17/9/2021).

Sertifikat itu sebaiknya harus sudah ada sebelum obyek wisata tersebut dibuka untuk umum.

Di web resmi Kemenparekraf, saat ini sudah ada 7.532 usaha pariwisata tersertifikasi CHSE.

Mereka tersebar di 391 kabupaten/kota di 34 provinsi di Indonesia.

Baca juga: Wakil Bupati Gresik : Jangan Segan Coret Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang Sudah Mampu

Sertifikasi CHSE adalah proses pemberian sertifikat kepada usaha pariwisata, destinasi pariwisata, dan produk pariwisata lainnya, untuk memberikan jaminan kepada wisatawan terhadap pelaksanaan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan.

“Kunci sukses pulihnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif adalah dengan penerapan standar protokol kesehatan di sektor parekraf,” ujar Khusnul

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved