Rabu, 8 April 2026

Dua Pemuda Potong Lumba-lumba, Lalu Dagingnya Dibagikan ke Warga

Warga kemudian memotong lumba-lumba itu kemudian membagikan kepada warga yang lain.

Editor: Rahadian Bagus
Tribun Lombok
Tangkapan layar video dua warga membonceng seekor lumba-lumba menggunakan sepeda motor di Bima, NTB. \ 

SURYA.CO.ID|LOMBOK - Sebuah video yang memperlihatkan warga mengangkut seekor lumba-lumba viral di media sosial

Lumba-lumba itu diangkat setelah ditemukan oleh warga mati terdampar.

Warga kemudian memotong lumba-lumba itu kemudian membagikan kepada warga yang lain.

Ternyata aksi itu dilakukan lantaran warga tak mengetahui jika hewan tersebut dilindungi.

Peristiwa itu terjadi di Desa Panda, Kecamatan Palibelo, Kebupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Setelah video lumba-lumba terdampar viral di media sosial, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTB melalui Seksi Konservasi Wilayah (SKW) III Bima melakukan penelusuran.

Bambang Dwidarto, kepala Seksi Konservasi Wilayah III Bima dalam keterangan tertulis menjelaskan, lumba-lumba tersebut ditemukan warga terdampar di pantai Dusun Oi Niu, Desa Panda, Jumat (10/9/2021), sekitar pukul 10.00 Wita.

Lumba-lumba ditemukan dalam kondisi sudah mati.

Mereka mengaku tidak mengetahui jika mamalia tersebut satwa dilindungi.

"Warga setempat tidak mengetahui lumba-lumba tersebut merupakan satwa dilindungi undang-undang."

"Setahu mereka satwa tersebut merupakan ikan biasa," kata Bambang, dalam keterangan yang diterima TribunLombok.com, Minggu (12/9/2021).

Karena tidak tahu, warga kemudian mengangkut lumba-lumba menggunakan sepeda motor menuju Desa Panda.

Kemudian lumba-lumba itu dipotong-potong oleh warga setempat.

"Selanjutnya dagingnya dibagi-bagikan kepada warga desa," terang Bambang.

Petugas SKW III masih mendapati potongan kepala satwa tersebut dari salah seorang warga desa.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved