Minggu, 12 April 2026

Berita Kampus Surabaya

Mahasiswa VCD Universitas Ciputra Surabaya Apresiasi Nakes lewat Ilustrasi 

Ide tersebut tercetus sekaligus semangat dua mahasiswa Visual Communication Design (VCD) Universitas Ciputra Surabaya terhadap project terbaru mereka.

Penulis: Akira Tandika | Editor: Parmin
surya.co.id/akira tandika
Elsa dan Samantha (dari kanan) berdiskusi dengan para dosen Visual Communication Design (VCD) Universitas Ciputra untuk menjalankan project Berbagi Semangat kepada tenaga kesehatan dan sosok berjasa lainnya. 

SURYA.CO.ID| SURABAYA - Apresiasi kepada tenaga kesehatan atau orang - orang  berjasa selama masa pandemi layak dilakukan.

Ide tersebut tercetus sekaligus semangat dua mahasiswa Visual Communication Design (VCD) Universitas Ciputra Surabaya terhadap project terbaru mereka.

Samantha dan Elsa, mahasiswa VCD Universitas Ciputra yang kini tengah disibukkan dengan project ilustrasi, untuk memberikan apresiasi bagi nakes dan masyarakat lainnya.

Seluruh tenaga kesehatan harus berjuang lebih di tengah kondisi pandemi yang sempat meningkat pada Juli 2021 lalu. Banyak nakes yang kemudian tumbang akibat pandemi COVID-19.

"Kami kemudian terpikir untuk memberikan apresiasi atau hadiah bagi para nakes yang telah berjuang saat pandemi."

"Project ini kemudian meluas, tidak hanya memberikan apresiasi untuk para nakes, namun juga semua orang yang memiliki peran penting selama pandemi ini," terangnya saat ditemui di Universitas Ciputra, Rabu (8/9/2021).

Sebagai mahasiswa VCD, satu-satunya hal yang bisa mereka berikan untuk apresiasi dan memberi semangat adalah dengan membuat ilustrasi.

Maka, mereka berinisiatif untuk membuat sebuah ilustrasi, lengkap dengan cerita bagi para nakes dan orang-orang berjasa tersebut.

Baik Samantha maupun Elsa, tidak asal membuat ilustrasi. Mereka ingin ada cerita menyentuh dan ingatan spesial dalam gambaran tersebut.

"Kami kemudian terpikir untuk membuka form pendaftaran yang diletakkan di profil Instagram kami @vcd_berbagisemangat. Teman-teman yang tertarik, bisa mengisi form dengan mengirim gambar dan cerita yang mereka alami bersama orang tersebut," jelas mahasiswa semester lima itu.

Dari cerita yang masuk, mereka tetap akan memilih. Mana yang paling baik dan menyentuh, akan dibuatkan ilustrasi.

"Dan, yang paling berhak memilih adalah ilustrator. Karena mereka yang akan membuatkan ilustrasi dari sosok tersebut."

"Menggambar kan pekerjaan hati, supaya pesan dan maknanya sampai, para ilustrator yang bebas memilih," imbuhnya.

Sejak beroperasi pada akhir Juli 2021 hingga kini, Elsa menyebut telah banyak cerita yang masuk.

Salah satu paling menyentuh adalah kisah seorang nenek yang meninggal dunia pasca-sembuh dari COVID-19.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved