TNI Temukan Lokasi Persembunyian Senjata KKB Papua Sabinus Waker di Intan Jaya, ini Kronologinya

TNI berhasil menemukan sebuah Honai yang menjadi tempat persembunyian senjata milik KKB Papua pimpinan Sabinus Waker.

handover/Tribun Palu
Ilustrasi. TNI Temukan Lokasi Persembunyian Senjata KKB Papua Sabinus Waker di Intan Jaya. 

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Musahadah

SURYA.co.id - TNI berhasil menemukan sebuah Honai yang menjadi tempat persembunyian senjata milik KKB Papua pimpinan Sabinus Waker.

Honai tersebut ditemukan oleh Batalion Infantri Para Raiders 501/BY di Kampung Bugapa, Kabupaten Intan Jaya, dan berhasil menyita satu pistol dan senjata laras panjang rakitan beserta amunisinya.

Komandan Batalion Infantri 501/BY, Letnan Kolonel Infantri Arfa Yudha, yang dihubungi dari Jayapura, Senin, mengakui, temuan-temuan itu didapat di salah satu honai di Kampung Bugapa.

"Memang benar saat anggota patroli di sekitar kawasan itu yang dipimpin Letnan Satu Infantri Yulian Nugroho," kata Yudha, melansir dari ANTARA.

Hal itu bermula saat anggota-anggotanya yang berpatroli curiga ada warga setempat yang melarikan diri.

Baca juga: Ancaman Serius Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa Buru KKB Papua Hidup Atau Mati, Kantongi 20 Nama Pelaku

Kemudian mereka memeriksa di dalam honai dan menemukan senjata-senjata api beserta amunisinya itu dan kemudian membawa semua itu ke pos.

Diduga semua senjata api dan amunisi itu milik KKB Papua pimpinan Sabinus Waker.

Dalam patroli itu tidak ada anggota KKB Papua yang ditangkap.

Pada pertengahan Agustus lalu Batalion Infantri Para Raiders 501/BY menangkap dua anggota KKB Papua itu, Boy Tipagau dan Jerianus Sani, di Kampung Galunggama, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.

Keduanya diduga pelaku pembakaran pesawat terbang MAF di kampung Pagamba, Distrik Biandoga, pada 6 Januari lalu dan kasusnya kini ditangani Polres Nabire.

KKB Papua serang TNI

Sementara itu di wilayah lain, aksi KKB Papua semakin brutal.

4 prajurit TNI gugur diserang separatis teroris (KKB Papua) di Pos Rayon Militer (Posramil) Kisor, Kampung Kisor, Distrik Aifat Selatan Kabupaten Maybrat, Kamis (2/9/2021). 

Mereka adalah Serda Amrosius, Praka Dirham, Pratu Zul Ansari dan Pratu Juliano.

Selain 4 prajurit TNI yang gugur, ada juga dua personel lain yang mengalami luka berat, yaitu Sertu Juliano dan Pratu Ikbal.

Rencananya 4 prajurit TNI yang gugur akan dievakuasi dari Kabupaten Maybrat menuju Kota Sorong, Papua Barat.

Hal tersebut disampaikan, Panglima Kodam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa.

"Rekan-rekan yang mengalami luka, sedang menjalani pengobatan di rumah sakit umum di Sorong Selatan," ujar Cantiasa, kepada sejumlah awak media, Kamis (2/9/2021).

Sementara, 4 orang prajurit yang gugur pada insiden penyerangan, juga sedang dalam persiapan.

"Nanti mudah-mudahan akan segera kita kirim ke Sorong," tuturnya.

Lanjut dia, prajurit yang gugur, rencananya akan dievakuasi ke Sorong, dan selanjutnya dikirim ke keluarga.

Saat ini, pihaknya sedang melakukan koordinasi, antara Kodam dan keluarga, apakah dikembalikan atau tidak. 

Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa Puji Anak Buahnya yang sukses menjaga wilayah Papua Barat jadi Kondusif
Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa Puji Anak Buahnya yang sukses menjaga wilayah Papua Barat jadi Kondusif (kasuari18-tniad.mil.id)

Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, menduga pelaku penyerangan yang menewaskan 4 anggota TNI di Pos Rayon Militer (Posramil) Kisor, Kampung Kisor, Distrik Aifat Selatan Kabupaten Maybrat, Papua Barat, merupakan kelompok separatis teroris.

"Diduga ini lakukan oleh kelompok separatis teroris, menggunakan senjata tajam," ujar Cantiasa, saat jumpa pers di Kodam XVIII/Kasuari, Kamis (2/8/2021).

Atas insiden tersebut, kata Pangdam, 4 orang prajurit gugur, dua orang luka bacok, dan 5 orang dalam kondisi aman.

"Saya selaku Panglima Kodam XVIII/Kasuari, langsung perintahkan Komandan Komando Resort Militer (Korem) 181 Praja Vira Tama, untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku," ungkapnya.

Pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Bupati Maybrat dan Kapolda Papua Barat untuk melakukan penegakan hukum.

"Kalau dia (kelompok separatis) berani bermain, maka kita harus hancurkan," tegas Cantiasa.

Sementara situasi di Maybrat, hingga kini sudah mulai aman.

"Saya sampaikan kepada seluruh masyarakat Papua Barat, agar tetap tenang. Sebagai Panglima Kodam XVIII/Kasuari, akan menjamin keamanan wilayah," imbuhnya.

Sementara itu, kata Cantiasa, pelaku yang menewaskan 4 prajuritnya diperkirakan berjumlah 50 orang.

"Saat ini tim tengah melakukan investigasi di lokasi kejadian," kata Cantiasa. 

Ikuti Berita Lainnya Seputar KKB Papua

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved