Breaking News:

Berita Tulungagung

Dibayangi Penjara 1 Tahun, Anggota DPRD Tulungagung Segera Dipanggil Akibat Langgar PPKM level 4

Lebih jauh Didik menerangkan, konstruksi hukum yang menjerat Basroni sama dengan Kepala Desa Karangsari, Kecamatan Rejotangan, Hariyanto

Penulis: David Yohanes | Editor: Deddy Humana
surya/david yohanes
Kanit Pindus Satreskrim Polres Tulungagung, Iptu Didik Riyanto. 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Penyidik Unit Pidana Khusus Satreskrim Polres Tulungagung melayangkan panggilan terhadap Basroni, anggota DPRD Tulungagung dari Fraksi Gerindra, yang menggelar pertunjukan wayang kulit beberapa waktu lalu.

Pemanggilan ini terkait status Basroni sebagai terlapor karena kegiatannya telah melanggar aturan PPKM Level 4.

Hal ini diungkapkan Kepala Unit Pidana Khusus Satreskrim Polres Tulungagung, Iptu Didik Riyanto, saat talkshow di sebuah radio di Tulungagung. "Kami sudah mengirim undangan klarifikasi kepada BS (Basroni)," ujar Didik, Rabu (7/9/2021).

Didik juga mengaku sudah memeriksa delapan orang saksi. Salah satunya adalah dalang yang dibayar Basroni untuk pertunjukan itu, yaitu Ki Eko Kondho Prisdiyanto.

Selain itu ada pedagang dan tokoh masyarakat yang hadir saat pertunjukkan. "Kami upayakan secepatnya (kasus ini) segera dilimpahkan ke Kejaksaan. Akan kami optimalkan prosesnya," ucap Didik.

Saat ini Didik juga berkoordinasi dengan tim ahli untuk memastikan pelanggaran yang dilakukan Basroni. Ahli yang dipilih adalah ahli pidana, ahli dari Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 baik pusat maupun provinsi.

Ahli itu yang nantinya akan menentukan pelanggaran yang dilakukan Basroni. "Kami juga sudah menyita barang bukti, salah satunya undangan yang disebar oleh BS," ucap Didik dalam talkshow itu.

Lebih jauh Didik menerangkan, konstruksi hukum yang menjerat Basroni sama dengan Kepala Desa Karangsari, Kecamatan Rejotangan, Hariyanto. Karena itu pasal yang digunakan juga sama.

Penyidik akan menggunakan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular. Ancaman hukumannya adalah satu tahun penjara atau denda Rp 1 juta.

Basroni mengelar pertunjukan wayang kulit di rumahnya, Desa Kedungcangkring, Kecamatan Pagerwojo, pada 21 Agustus 2021 malam. Saat itu pemerintah masih memberlakukan PPKM Level 4.

Basroni beralasan, pagelaran itu sesuai aspirasi masyarakat sekitar untuk tolak balak. Pertunjukan di masa PPKM Level 4 ini tanpa izin dan menimbulkan kerumunan besar.

Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung lalu membubarkan acara ini. Namun Basroni mengatakan, pembubaran itu atas inisiatifnya karena melihat terjadi kerumunan meski pihaknya sudah membatasi undangan. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved