Waktu Terbaik Sholat Dhuha Menurut Penjelasan Ulama
Berikut waktu terbaik Sholat Dhuha menurut penjelasan Ustadz Abdul Somad.
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Adrianus Adhi
Waktu terbaik sholat dhuha
Dikutip dari video YouTube Teropong Islam berjudul "Waktu terbaik dan mustajab sholat dhuha Ustadz Abdul Somad, Lc. MA", berikut penjelasan waktu sholat dhuha.
Ustadz Abdul Somad menjelaskan waktu dhuha itu mulai saat suruk (matahari terbit) jam 06.00 WIB.
"Ketika matahari terbit naik itu tidak boleh (sholat dhuha), lewatkan sampai setinggi tombak, kalau sudah lewat setinggi tombak barulah boleh sholat,"
"Waktu setinggi tombak ini disebut waktu tanduk setan, karena waktu matahari naik datang setan sampai setinggi tombak baru setan pergi.
Saat diukur astronomi saat setinggi tombak 12 menit. Makanya tadi kita sholat lebih 15 menit," jelas Ustadz Abdul Somad.
Sementara waktu berakhirnya dhuha adalah 10 menit sebelum Adzan Dzuhur atau waktu tergelincir matahari.
Ustadz Abdul Somad lalu menjelaskan waktu terlarang melaksanakan sholat ada 3. Di antaranya waktu terbit matahari, waktu tenggelam matahari dan waktu tergelincir matahari. Karena waktu-waktu itu dipakai untuk menyembah berhala.
Lantas kapan waktu mustajab?
"Ketika matahari panas, anak unta tidak bisa menempelkan perutnya ke pasir. Jam 11.30 sholat, oh bagus sekali matahari sedang panas. Berdoa pada saat orang tak berdoa, bagus," tutup Ustadz Abdul Somad.
Tata cara sholat dhuha
Dholat Dhuha terdiri dari 2 rakaat satu salam, dan boleh dilaksanakan maksimal 12 rakaat.
Lafal niat Sholat Dhuha 2 rakaat sebagai berikut:
أُصَلِّى سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنَ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
(Usholli sunnatadh dhuhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati adaa’an lillaahi ta’aalaa)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/ilustrasi-jam-sholat.jpg)