Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Nganjuk

Panen Raya Bawang Merah Lewat Program Agro Solution Petrokimia Gresik di Kabupaten Nganjuk

Peningkatan produktivitas juga diharapkan dapat mendongkrak kesejahteraan petani saat pandemi covid-19.

Tayang:
Penulis: Sugiyono | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa Petrokimia Gresik
Panen bawang merah program agrosolution Petrokimia Gresik di Kabupaten Nganjuk, Kamis (19/8/2021). 

SURYA.CO.ID, GRESIKPetrokimia Gresik melakukan panen bawang merah di Desa Mojorembun, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, pada lahan Program Agro Solution.

Hal ini untuk menjaga ketahanan pangan nasional dan peningkatan ekonomi bagi petani, sehingga program percepatan ekonomi nasional dapat terwujud.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo mengatakan, lahan panen barang merah seluas 87 hektar dengan peningkatan produktivitas mencapai 20 persen dari rata-rata 14 ton perhektar menjadi rata-rata 16,8 ton perhektar.

“Dari panen yang meningkat ini, selain membantu pemerintah mengamankan stok bawang merah nasional, peningkatan produktivitas juga diharapkan dapat mendongkrak kesejahteraan petani saat pandemi covid-19. Sehingga, percepatan ekonomi nasional bisa terus tumbuh,” ujar Dwi Satriyo, Jumat (20/8/2021).

Baca juga: Tanam Mangrove, Pertamina DPPU Juanda Hijaukan Sungai di Kabupaten Sidoarjo

Lebih lanjut Dwi Satriyo Annurogo mengatakan, di masa pandemi Covid-19, peran sektor pertanian menjadi semakin penting dan strategis, sehingga kegiatan produksi pertanian harus semakin digenjot, terutama di daerah-daerah yang menjadi sentra pertanian.

“Salah satunya di Kabupaten Nganjuk, sebagai penghasil utama bawang merah di provinsi Jawa Timur,” ujar Dwi Satriyo.

Tentang Agro Solution

Agro Solution merupakan program inisiasi Pupuk Indonesia yang mengusung konsep kemitraan usaha pertanian terpadu dari hulu hingga hilir.

Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas usaha tani dan kesejahteraan sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional di tengah pandemi Covid-19.

Dalam pelaksanaannya di Kabupaten Nganjuk, Petrokimia Gresik bekerjasama dengan PT Petrosida melalui jaringan kios sarana pertanian Petromart sebagai pemberi pinjaman modal untuk pembelian pupuk non subsidi serta pestisida untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman bawang merah, serta bekerja sama dengan offtaker sekitar sebagai pembeli hasil panen petani.

Sedangkan, Petrokimia Gresik sendiri erperan sebagai koordinator, serta menyediakan layanan mobil uji tanah untuk memberikan analisis lahan pertanian, sehingga petani dapat memperoleh rekomendasi pemupukan sesuai dengan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman.

“Melalui program ini, kami menciptakan suatu ekosistem yang dapat membantu petani dari hulu hingga hilir, sehingga proses budidaya maupun pemasaran hasil pertanian tidak terhambat. Selain itu, kami juga menggandeng pihak asuransi untuk memberikan jaminan serta perbangkan untuk memberikan pendanaan kepada petani atas usaha tani yang dilakukan,” kata Dwi Satriyo.

Selain di Kabupaten Nganjuk, Petrokimia Gresik juga telah menjalankan program Agro Solution di berbagai daerah, khususnya di Jatim, dengan sasaran komoditas yang beragam seperti padi, tebu, jeruk, dan kentang.

Pada kesempatan ini, Dwi Satriyo juga memperkenalkan beberapa produk pupuk non subsidi yang baru diluncurkan Petrokimia Gresik yaitu pupuk NPS 20-20-13S Petroniphos untuk komoditi hortikultura, pupuk SP-26 dan pupuk NPK Phonska Alam yang diharapkan bisa menjadi alternatif bagi petani untuk memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman agar tidak tergantung kepada pupuk subsidi dari pemerintah.

“Kami berharap, ke depan Program Agro Solution dapat terus diaplikasikan bahkan dikembangkan lebih banyak di daerah dan berbagai pilihan produk pupuk non subsidi yang tersedia bisa menjadi solusi pertanian di Indonesia,” katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved