DPRD Surabaya

Waspada Ledakan Sampah Medis, AH Thony: Perlu Standardisasi Penanganan, Berdayakan Kader Lingkungan

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya mengingatkan akan adanya ledakan sampah medis berbahaya di Surabaya.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
surya.co.id/sugiharto
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya AH Thony meninjau Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPS) Rangkah, Kecamatan Tambaksari, Kamis (19/8/2021). 

SURYA.co.id |SURABAYA - Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya mengingatkan akan adanya ledakan sampah medis berbahaya di Surabaya.

Setiap hari bisa jadi ada jutaan lembar sampah masker termasuk alat pelindung diri (APD) lain di seluruh sudut kota ini. Jika tidak ditangani secara tepat bisa menimbulkan masalah serius.

Sampah medis akan makin menumpuk saat varian baru covid-19 mengancam dan perpanjangan PPKM hingga hari ini. Setiap warga mengenakan masker dobel. Populasi penduduk Surabaya 2,8 juta orang. Mereka sebagian besar selalu bermasker.

Jika setiap hari seperempat dari mereka bermasker, sudah dipastikan sampah berbahaya ini makin menggunung. Masker bekas akan menjadi salah satu sampah berbahaya saat pandemi.

"Perlu standardisasi penanganan sampah yang berbahaya ini. Ancaman penyebaran covid harus diantisipasi dari sampah medis ini," kata AH Thony saat meninjau Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPS) Rangkah, Kecamatan Tambaksari, Kamis (19/8/2021).

Thony terusik saat di sejumlah titik dan tempat sampah banyak ditemukan masker. Jika dibiarkan, akan berdampak serius pada kesehatan warga saat pandemi. Thony pun turun mengecek di tempat pembuangan sampah di Rangkah.

Kekhawatiran Pimpinan DPRD ini terbukti. Banyak ditemukan sampah masker di TPS Rangkah. Kondisi ini di satu sisi menandakan warga disiplin memakai masker. Namun di sisi lain, ledakan sampah medis ini akan berbahaya.

Menurut politisi Gerindra ini, pandemi tak hanya berdampak di sektor ekonomi dan kesehatan, namun juga pada lingkungan hidup. Banyaknya limbah masker ini jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, bakal menimbulkan masalah baru di masyarakat.

Tak cuma limbah yang menumpuk, masalah lainnya adalah bahayanya di sisi kesehatan. "Ada masyarakat terpapar covid tanpa gejala. Salah satu yang kami khawatirkan adalah jika mereka yang tanpa gejala ini membuang masker bekasnya sembarangan. Itu bisa menjadi transmisi virus untuk menular ke orang lain," ingatnya.

Tentu saja, bahaya ini mengintai banyak pihak. Mulai dari petugas kebersihan, hingga masyarakat umum. Mereka bisa tertular virus covid-19 melalui masker bekas tersebut. Jangan sampai lahir klaster dari pembuangan sampah masker.

Thony juga menuturkan, kesadaran warga tentang cara menyikapi limbah masker juga masih kurang. Banyak dari mereka yang membuangnya di pinggir jalan. Bahkan, seringkali masker bekas pakai tak langsung dibuang. Melainkan diletakkan sembarangan di rumah.

Ambil Langkah Tepat

Perlu penanganan serius akan sampah masker ini. Jangan sampai menunggu ledakan banjir sampah medis. Harus segera diambil langkah tepat. 

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya harus berkoordinasi. Mereka harus mengambil langkah menyikapi sampah medis ini. Harus dihancurkan sebelum dibuang. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved