Jumat, 10 April 2026

Profil dan Biodata Paundrakarna, Calon Raja Mangkunegaran yang Pernah Bintangi Sinetron Fenomenal

Berikut ini profil dan biodata Gusti Pangeran Haryo (GPH) Paundrakarna Sukmaputra Jiwanegara, calon raja Mangkunegara setelah Kanjeng Gusti Pangeran A

Editor: Musahadah
kolase instagram/istimewa
Paundrakarna, Calon Raja Mangkunegara menggantikan sang ayah, Mangkunegara IX yang wafat, Jumat (13/8/2021). 

SURYA.CO.ID - Berikut ini profil dan biodata Gusti Pangeran Haryo (GPH) Paundrakarna Sukmaputra Jiwanegara, calon raja Mangkunegara setelah Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara IX wafat, Jumat (13/8/2021). 

Paundrakarna adalah putra sulung Mangkunegara IX dengan putri Presiden Pertama RI Soekarno, Sukmawati.  

Meski Mangkunegara IX dan Sukmawati telah bercerai, namun Paundrakarna tetap menjadi anak pertama lelaki dari garis keturunan raja.

Artinya, bila masa kepemimpinan Mangkunegara IX selesai, Paundra masuk dalam kandidat calon raja selanjutnya, penerus tahta di keraton Mangkunegaran.

Namun beberapa kali saat disinggung soal hal ini, Paundra enggan memberikan komentar panjang.

Baca juga: Heboh Pemakaman Peti Kosong, Terjadi di Sleman, Jenazah Covid Tertinggal di Solo, Ini Kronologinya

Penelusuran TribunSolo.com, ia tak pernah sekalipun menyampaikan secara resmi tentang kesiapannya menjadi seorang raja di Keraton Mangkunegaran.

Paundra masih belum tertarik untuk berbicara perihal politik dinasti, ia lebih senang bila diajak berbicara tentang seni dan budaya seperti yang dilakoninya saat ini.

Seperti diketahui, Mangkunegara IX wafat di Jakarta dan rencananya akan dimakamkan di Astana Girilayu, Matesih Karanganyar pada Minggu (15/8/2021). 

Wedhono Satrio, KRMT Lilik Priharso Tirto Diningrat, mengatakan Raja Mangkunegaran itu akan dimakamkan lengkap dengan pakaian kebesarannya.

Nantinya jenazah KGPAA Mangkunegaran dimakamkan dengan menggunakan ageman atau pakaian kebesarannya selama menjabat sebagai raja.

“Jadi sejak dulu itu tidak ada yang menggunakan kain kafan, semua pakai ageman atau pakaian kebesaran," ungkapnya kepada TribunSolo.com, Jumat (13/8/2021).

"Almarhum nanti dimasukan kedalam peti dan tidak dikeluarkan,” jelas dia.

Dalam prosesi pemakaman, almarhum nantinya akan dibawa dari Mangkuneran dengan menggunakan mobil sampai dengan Astana Girilayu.

Barulah sesampainya di Astana Girilayu, almarhum akan dibawa ke liang lahat dengan prosesi adat Jawa.

"Para kerabat yang datang dan pembawa peti jenazah akan menggunakan pakaian Jawa," aku dia.

Sumber: Tribun Solo
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved