Selasa, 5 Mei 2026

Virus Corona Surabaya

Update Virus Corona Surabaya 11 Agustus 2021: Daftar 18 Daerah di Jawa Timur Terapkan PPKM Level 4

Berikut Update Virus Corona di Surabaya, ini daftar 18 daerah di Jawa Timur yang terapkan PPKM Level 4, Rabu (11/8/2021).

Tayang:
Penulis: Abdullah Faqih | Editor: Iksan Fauzi
Infocovid19.jatimprov.go.id
Update Virus Corona Surabaya 11 Agustus 2021 

Penulis: Abdullah Faqih | Editor: Iksan Fauzi

SURYA.co.id, - Berikut Update Virus Corona di Surabaya, ini daftar 18 daerah di Jawa Timur yang terapkan PPKM Level 4, Rabu (11/8/2021).

Penanganan COVID-19 masih terus dilakukan setelah adanya peningkatan signifikan di bulan Juli lalu.

Memasuki pertengahan bulan Agustus, tambahan pasien di Surabaya dan Jawa Timur relatif mulai menurun.

Update Virus Corona Surabaya 11 Agustus 2021
Update Virus Corona Surabaya 11 Agustus 2021 (Infocovid19.jatimprov.go.id)

Tingkat kesembuhan juga semakin meningkat dengan kabar baik bahwa RS Lapangan Tembak mencapai angka 0 pasien.

Meski dengan beberapa hasil baik, pemerintah masih tetap waspada dengan memperpanjang PPKM Level 4 hingga 16 Agustus 2021 mendatang.

Di Jawa Timur, setidaknya ada 18 daerah yang menerapkan PPKM Level 4.

Daftar lengkap daerah yang menerapkan PPKM Level 4 di Jawa Timur dapat anda simak usai Update Virus Corona di Surabaya hari ini, Rabu (11/8/2021).

Update Virus Corona Jatim

Konfirmasi : 345696 (+2885)
Aktif : 39073 (-1610)
Sembuh : 282465 (+4173)
Meninggal : 24158 (+322)

Update Virus Corona Surabaya

Konfirmasi : 59309 (+375)
Aktif : 4501 (-230)
Sembuh : 52637 (+589)
Meninggal : 2171 (+16)

KONFIRMASI BARU (+2885)

+375 KOTA SURABAYA, +166 KAB. JEMBER, +156 KAB. PACITAN, +146 KAB. MAGETAN, +144 KAB. SIDOARJO, +142 KAB. KEDIRI, +129 KAB. MALANG, +118 KOTA MALANG, +108 KAB. NGANJUK, +102 KAB. PONOROGO, +101 KAB. JOMBANG, +97 KAB. BANYUWANGI, +78 KAB. TULUNGAGUNG, +76 KAB. LUMAJANG, +72 KAB. MOJOKERTO, +70 KAB. MADIUN, +59 KAB. NGAWI, +58 KAB. GRESIK, +58 KAB. BONDOWOSO, +55 KOTA MADIUN, +51 KOTA BLITAR, +45 KOTA KEDIRI, +44 KAB. TUBAN, +39 KAB. BOJONEGORO, +38 KAB. PASURUAN, +38 KAB. LAMONGAN, +37 KAB. SUMENEP, +35 KAB. SITUBONDO, +33 KAB. BLITAR, +31 KAB. BANGKALAN, +31 KOTA PROBOLINGGO, +29 KAB. TRENGGALEK, +29 KAB. PROBOLINGGO, +26 KOTA MOJOKERTO, +24 KAB. PAMEKASAN, +19 KAB. SAMPANG, +16 KOTA BATU, +10 KOTA PASURUAN,

Daftar 18 Daerah di Jatim Terapkan PPKM Level 4

Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Level 3, dan Level 2 di Jawa Timur resmi diperpanjanh mulai hari ini, Selasa (10/8/2021). 

Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmedagri) Nomor 30 tahun 2021 yang juga ditindaklanjuti dengan Keputusan Gubernur Jawa Timur No. 188/450/KPTS/013/2021, PPKM Level 2, PPKM Level 3 dan PPKM Level 4 diberlakukan hingga 16 Agustus 2021.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa pemberlakuan PPKM terbukti efektif menurunkan angka penyebaran Covid-19 di Jatim.

Hal ini  terlihat dari data Kementerian Kesehatan yang dinilai dari laju pertumbuhan kasus maupun kapasitas respon penanganan Covid-19 di Jatim. 

Berdasarkan data per 9 Agustus 2021, jumlah kabupaten/kota di Jatim yang berada PPKM level 4 yang awalnya 30 turun menjadi 18 daerah. 

"Alhamdullilah, pemberlakuan PPKM berlevel di Jatim ini terbukti efektif. Saat ini masih tersisa 18 kabupaten/kota di Jatim yang masuk PPKM Level 4 dari yang sebelumnya 30."

"Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Jatim dan semua pihak yang telah disiplin menjalankan prokes  dan kerja keras melakukan vaksinasi  selama PPKM berlevel ini," ungkap Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Selasa (10/8/2021). 

"Kami harapkan semua bersedia dan bersabar menaati aturan, dan kembali bersabar sedikit lagi agar keadaan semakin kondusif dan terkendali," lanjutnya. 

Khofifah menjelaskan, 18 kabupaten/kota yang berada di level 4 saat ini yaitu Kab. Tulungagung, Kab  Sidoarjo, Kab. Madiun, Kab. Gresik, Kota Surabaya, Kota Mojokerto, Kota Malang, Kota Madiun, Kota Kediri, Kota Blitar, dan Kota Batu. Kemudian, Kab. Trenggalek, Kab. Nganjuk, Kab. Malang, Kab. Lumajang, Kab. Bangkalan, Kabu. Lamongan, dan Kab. Mojokerto. 

Sementara yang berada di  level 3 dari yang sebelumnya ada 8 kabupaten/kota saat meningkat menjadi 19 kabupaten/kota.

Antara lain Kab. Pasuruan,Kab. Pamekasan, Kab. Pacitan, Kab. Kediri, Kab. Sumenep, Kab. Probolinggo, Kab. Tuban, Kab. Jember, Kab. Bojonegoro, Kab. Jombang, dan Kab. Ponorogo.

Selanjutnya Kab. Blitar, Kab. Banyuwangi, Kab. Situbondo, Kab. Ngawi, Kab. Bondowoso, Kab. Magetan, Kota Probolinggo, dam Kota Pasuruan. 

Disamping itu, di Jatim terdapat 1 daerah yang saat ini berada di level 2, yaitu Kabupaten Sampang. 

"Mari kita tunjukkan bahwa kita mampu melewati ini semua, mari terus berupaya  dan berusaha untuk mempertahankan pencapaian hari ini untuk makin ditingkatkan. Berbagai upaya harus terus ditingkatkan agar penyebaran Covid-19 bisa semakin ditekan. Jangan sampai kendor dan kembali turun level," ajaknya. 

Khofifah menambahkan, bahwa pemberlakuan PPKM berlevel ini juga berdampak signifikan pada penurunan Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian bed di rumah sakit. Utamanya untuk BOR isolasi rumah sakit  maupun rumah sakit darurat serta  rumah karantina telah berada di bawah standar WHO yaitu di bawah 60 persen. 

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Prov. Jatim, bila dibandingkan dengan awal PPKM 3 Juli  hingga 9 Agustus 2021 kondisi BOR isolasi RS di Jatim turun dari 81 perse  menjadi 59 persen. 

Kemudian, untuk BOR RS Darurat dari 69 persen menjadi 49 persen atau turun 20 persen, dan BOR rumah isolasi turun menjadi 38 persen dari yang sebelumnya 50 persen. Sedangkan untuk ICU penurunan BORnya dari sebelumnya 78 persen menjadi 73 persen. 

"Signifikansi PPKM ini juga terlihat dari tingkat penurunan BOR di RS, saat ini baik untuk isolasi, RS Darurat, maupun rumah karantina sudah turun di bawah standar WHO 60 persen," tandas orang nomor satu di Pemprov Jatim ini. 

Lebih lanjut disampaikan Khofifah, selain pemberlakuan PPKM berlevel di sisi hilirnya upaya pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Jatim juga terus digencarkan. Bahkan, berbagai pihak telah ikut aktif terlibat baik Forkopimda Jatim, Pemkab/Pemko, Perguruan Tinggi, serta berbagai elemen masyarakat. 

Hal ini terlihat, berdasarkan Dashboard Kemenkes/KCPEN, jumlah orang yang divaksin dosis pertama dan kedua di Jatim menempati posisi cukup tinggi di Indonesia.

Untuk vaksin dosis pertama, jumlah orang yang divaksin di Jatim mencapai 7.960.752 orang atau sekitar 25,01 persen dari target sasaran. Sedangkan jumlah orang yang telah divaksin untuk dosis kedua di Jatim sebanyak 3.619.554 orang, setara 11,37 persen dari target sasaran. 

"Kembali saya sampaikan terima kasih kepada seluruh warga Jatim yang telah menerapkan 5M dengan baik, harapannya tetap dipertahankan sehingga level resiko daerah yang masuk zona level bisa semakin turun lagi," pungkas Gubernur Khofifah

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved