Olimpiade Tokyo 2020

Doa Tulus Apriyani Rahayu untuk Greysia Polii yang Ulang Tahun Hari ini, Terkuak Kelanjutan Karirnya

Inilah doa tulus Apriyani Rahayu untuk Greysia Polii yang berulang tahun hari ini, Rabu (11/8/2021). 

Editor: Musahadah
Instagram greysia polii/apriyani rahayu
Greysia Polii ulang tahun ke-34 hari ini, Rabu (11/8/2021). Begini doa tulus Apriyani Rahayu. 

SURYA.CO.ID - Inilah doa tulus Apriyani Rahayu untuk Greysia Polii yang berulang tahun hari ini, Rabu (11/8/2021). 

Greysia Polii yang lahir pada 11 Agustus 1987 kini genap berusia 34 tahun. 

Ulang tahun Greysia Polii ini menjadi hari spesial bagi Apriyani Rahayu

Dia mengunggah momen-momen haru saat bersama Greysia Polii meraih medali emas Olimpiade 2020, di instagram story, Rabu (11/8/2021).

"Haii kakakku, partner dan perempuan yang sangat kuat ini

Happy Birthday

I love you," tulis Apriyani dalam unggahannya. 

Baca juga: Cita-cita Mulia Ayah Apriyani Rahayu Jika Anaknya Pensiun, Ternyata Pasangan Greysia Polii ini ASN

Dia lalu menuliskan doa yang dikutip dari lirik sebuah lagu sendu.  

"Hari ini bertambah satu tahun usiamu

Kudoakan bahagia selalu untukmu

Tercapai segala cita citamu".

"Selamat ulang tahun,

Semoga bahagia kan mengiringi langkahmu

Tiada yang bisa kuberi

Hanyalah doa dan rasa cinta yang tulus dariku untukmu," tulis pebulutangkis asal Konawe, Sulawesi Tenggara ini. 

Di akhir unggahannya, Apriyani yang beda usia 10 tahun dari Greysia Polii mengucap terimakasih untuk sang partner. 

"Rasa cinta yang tidak akan pernah putus untukmu

Terimakasih ka..,"tulis Apri. 

Doa Apriyani Rahayu untuk Greysia Polii yang ulang tahun hari ini, Rabu (11/8/2021).
Doa Apriyani Rahayu untuk Greysia Polii yang ulang tahun hari ini, Rabu (11/8/2021). (instagram apriyani rahayu)

Siap Gantung Raket

Greysia Polii memastikan tidak akan mempertahankan medali emas Olimpiade yang telah diraihnya. 

Istri Felix Djimin ini memastikan Olimpiade Tokyo menjadi olimpiade terakhirnya. 

Itu artinya pada Olimpiade Paris 2024 mendatang, Greysia tidak akan ambil bagian lagi.

Hal ini ditegaskan dalam unggahan di akun Instagramnya belum lama ini.

"Olimpiade Tokyo 2020 di tahun 2021 sudah resmi berakhir."

 "Melalui pesan ini, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih pada IOC dan pemerintah Jepang yang membuat mimpi para atlet top dunia terwujud."

"Kami sangat menikmatinya dan bersyukur untuk itu," tulis Greys.

Di akhir-akhir caption, ia menulis dengan tegas terkait event Olimpiade Tokyo yang menjadi panggung Olimpiade terakhirnya.

"Terima kasih dan selamat tinggal untuk Olimpiade terakhir saya, Olimpiade Tokyo 2020," tulisnya.

Greysia Polii sendiri berjuang dengan sangat keras untuk bisa meraih medali emas di Tokyo lalu.

Bersama Apriyani Rahayu, mereka berjibaku dari fase grup hingga pada akhirnya lolos ke fase knockout.

Greysia/Apriyani berhak atas medali emas setelah mengalahkan pasangan Tiongkok di laga puncak.

Ganda putri nomor enam dunia ini menang atas Chen Qingchen/Jia Yifan dengan pertarungan dua game.

Mereka menang dengan skor 21-19 dan 21-15 pada laga tersebut.

Dengan tampil sebagai juara Olimpiade, Greysia menjadi pebulu tangkis putri Indonesia pertama yang berhasil mengumpulkan medali emas di setiap cabang olahraga utama.

Greysia memenangkan Asian Games Incheon 2014 bersama pasangan sebelumnya Nitya Krishinda.

Pada event SEA Games Filipina 2019, ia melakukannya bersama Apriyani.

Biodata Greysia Polii

Satu Permintaan Greysia Polii Usai Peroleh Medali Emas, Netizen: Kabulkan Sebagai Bentuk Apresiasi
Satu Permintaan Greysia Polii Usai Peroleh Medali Emas, Netizen: Kabulkan Sebagai Bentuk Apresiasi (Instagram/greyspolii)

Greysia Polii merupakan anak ketiga dari lima bersaudara dari pasangan Willy Polii dan Evie Pakasi.

Besar di Manado akhirnya keluarga Greysia Polii pindah ke Jakarta agar Greysia Polii dapat mengejar cita-citanya sebagai atlet badminton.

Sejak kecil Greysia Polii sudah menunjukkan bakatnya dalam bidang olahraga tersebut.

Keluarga Greysia Polii memang menggemari olahraga jadi tidak heran kalau Greysia Polii sudah familiar dengan badminton semenjak berusia tiga atau empat tahun.

Saat tinggal di Manado, Greysia Polii melihat anak-anak yang bermain badminton di lapangan terbua dekat rumahnya.

Meski awalnya hanya menggunakan raket yang terbuat dari kayu dan papan triplek, bakat alami Greysia Polii mulai terlihat.

Sang ibu bahkan pernah menjual bajunya untuk membelikan Greysia Polii sebuah raket.

"Orangtua melihat kalau saya memiliki bakat. Jadi kenapa enggak diterusin main bulutangkis. Lalu waktu itu ada lomba bulutangkis seperti Porseni, saya jadi juara di kategori umur 10 tahun padahal saya baru berusia enam tahun," ujar Greysia Polii seperti dikutip dari artikel Tribun Manado berjudul "Profil Greysia Polii, Pebulutangkis Asal Sulut Raih Medali Emas di Sea Games 2019, Karirnya Gemilang"

Dalam olahraga badminton, Greysia Polii mengungkapkan bahwa panutannya adalah Zhang Ning dan Susi Susanti.

Menurut Greysia, keduanya adalah wanita hebat yang telah membuat sejarah di dunia badminton.

Dalam unggahannya di Instagram, Greysia menuliskan asal nama Greysia yang dibuat oleh sang ayah.

Nama 'Grey' yang diberikan orang tuanya terinspirasi dari 'grey' yang berarti abu-abu karena ketika melahirkan Greysia, kedua orangtuanya sudah mencapai usia yang tua.

Kemudian nama 'sia' yang terinspirasi dari Indone'sia', ditambahkan menjadi 'Greysia'.

Greysia Polii awalnya masuk ke klub Jaya Raya Jakarta dan kemudian bergabung dengan Pelatnas pada 2003.

Dilatih oleh Richard Mainaky dan Aryono Miranat, Greysia Polii ditempatkan di kelas ganda campuran.

Greysia Polii pernah dipasangkan dengan Muhammad Rijal dan Tontowi Ahmad.

Dipindahkan ke ganda putri, Heni Budiman, Jo Novita. Vita Marissa, Nitya Krishinda Maheswari dan Meiliana Jauhari pernah berpasangan dengan Greysia Polii.

Mendapat banyak pelajaran dari seluruh mantan partner-nya, Greysia Polii pernah menempati peringkat terbaik kedelapan sedunia untuk kelas badminton ganda putri.

Pada 2004 dan 2008, Greysia Polii dipasangkan dengan Jo Novita di Piala Uber Indonesia.

Berganti pasangan di tahun 2008, pasangan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari memulai perjalanan mereka.

Keduanya menjadi Runner-up Tim Piala Uber Indonesia 2008, Runner-up Aviva Singapore Super Series 2009 dan semifinal Yonex French Super Series 2009.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved