Berita Surabaya
Pasien Covid-19 RS Lapangan Tembak Kosong, OTG di Surabaya Dirawat di Rumah Sehat
Pasien Covid-19 di Rumah Sakit Lapangan Tembak (RSLT) Surabaya kosong sejak Senin (9/8/2021) kemarin.
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pasien Covid-19 di Rumah Sakit Lapangan Tembak (RSLT) Surabaya kosong sejak Senin (9/8/2021) kemarin. Ini menunjukkan jumlah pasien Covid-19 mengalami penurunan cukup signifikan di Kota Pahlawan.
"Alhamdulillah dari hari kemarin tidak dihuni pasien Covid-19," kata Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara, Selasa (10/8/2021).
Selain RSLT, penurunan jumlah pasien juga terjadi di RS darurat Indoor Gelora Bung Tomo (RSGBT).
"Untuk GBT, masih ada 44 pasien yang tengah dirawat," kata Febri.
Selama ini, dua RS darurat tersebut menjadi andalan Pemkot Surabaya untuk menangani pasien Covid-19. Terutama, bagi pasien dengan tanpa gejala (OTG) atau yang bergejala ringan.
RSLT yang telah beroperasi selama sebulan (sejak 11 Juli 2021) itu, jumlah pasiennya pernah mencapai ratusan orang.
"Sebelumnya, pasiennya memang sempat mencapai ratusan orang," katanya.
Menurunnya jumlah pasien Covid-19 itu, disebut sebagai dampak positif dari program Pemkot Surabaya dengan dibantu masyarakat. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat hingga berubah menjadi Level 4. Kemudian, masyarakat juga dewasa dengan mematuhi protokol kesehatan.
"Selain PPKM level 4, penurunan ini juga atas bantuan warga yang disiplin dengan prokes membuat kondisi melandai," kata Febri.
Selain itu, dengan adanya Rumah Sehat yang berada di masing-masing kelurahan, menurut Febri, tempat isolasi terpadu (isoter) ini sukses mengantisipasi laju kluster penularan, khususnya kluster keluarga/kampung.
Selain itu, masyarakat yang positif dengan kondisi OTG bisa dirawat di Rumah Sehat tanpa perlu jauh ke RSLT atau RSGBT.
"Kami memutuskan mata rantai sejak hulu," ujae Febri.
"Sebab, sekalipun kami menyiapkan penanganan di hilir sebanyak apapun, namun luapan (kasus) di hulu banyak, maka tetap jebol. Ini yang ditangkap di Rumah Sehat dan Hotel Asrama Haji," jelas Febri menambahkan.
Oleh karena itu, pihaknya banyak melakukan pendekatan humanis untuk mengajak pasien Covid-19 mau dirawat di Rumah Sehat. Hasilnya, dari 2.090 pasien yang isolasi mandiri, 1.696 pasien di antaranya mau diajak ke tempat isoter.
Febri tak memungkiri masih ada sebagian masyarakat yang meminta isolasi mandiri di rumah. Namun, rumah pasien tersebut telah mengikuti asesmen dari satgas pencegahan Covid-19 Kota Surabaya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/rumah-sakit-lapangan-tembak-surabaya-kosong.jpg)