Senin, 18 Mei 2026

Berita Nganjuk

Keterisian Tempat Tidur di RS Menurun, Satgas Tetap Waspada Penambahan Kasus Covid-19

dikatakan Hari, BOR pasien Covid-19 masih tertinggi yakni 91,3 persen. Di mana dari jumlah 219 bed saat ini, terisi 200 bed.

Tayang:
Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad amru muiz
Grafik penyebaran Covid-19 di Nganjuk 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Jumlah tempat tidur terpakai atau Bed Occupancy Rate (BOR) pasien Covid-19 di rumah sakit (RS) rujukan dan darurat di Kabupaten Nganjuk mengalami penurunan. Itu seiring dengan terus menurunnyajumlah kasus positif Corona dalam tiga hari terakhir.

Juru Bicara Satgas Penanganan covid-19 Diskominfo Kabupaten Nganjuk, Hari Purwanto menjelaskan, ada total 697 bed pasien Covid-19 dan terpakai 402 bed atau sebesar 57,68 persen. Dengan demikian ada 295 bed atau 42,32 persen belum terpakai.

"Tentunya kondisi penurunan jumlah kasus positif Corona dalam beberapa hari terakhir ini di Nganjuk telah berdampak pada jumlah bed terpakai di RS rujukan dan RSD yang disiapkan Satgas Penanganan Covid-19," kata Hari, Minggu (8/8/2021).

Untuk RS rujukan RSUD Nganjuk, dikatakan Hari, BOR pasien Covid-19 masih tertinggi yakni 91,3 persen. Di mana dari jumlah 219 bed saat ini, terisi 200 bed.

Demikian halnya dengan RSUD Kertosono dengan jumlah 202 bed pasien Covid-19, terisi sebanyak 121 bed atau 59,9 persen. Sedangkan RS Bhayangkara tingkat III Nganjuk dari 39 bed pasien Covid-19, terisi 39 bed atau 78 persen.

"Untuk RSD Pu Sindok, Hotel Wilis, dan Hotel Sanggrahan jumlah bed yang digunakan masih cukup banyak atau di kisaran 12 persen hingga 27 persen," ucap Hari.

Meski terjadi penurunan pemakaian bed di RS Rujukan dan RS Darurat, ungkap Hari, tidak membuat Satgas Covd-19 menurunkan kewaspadaan. Karena bagaimanapun potensi peningkatan penyebaran Covid-19 di Nganjuk terus dipantau dan diikuti perkembanganya.

"Justru Satgas Covid-19 Nganjuk saat ini semakin maksimal dalam upaya melakukan pencegahan penyebaran dan tetap meminta warga mematuhi protokol kesehatan dengan ketat tanpa abai," tutur Hari. ****

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved