Partai Perindo
Luncurkan Logo Baru, Perindo Sebut sebagai Kebangkitan Baru Partai
Logo baru itu disebut sebagai penanda sikap optimistis Perindo pada perhelatan Pemilu 2024.
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Partai Persatuan Indonesia (Perindo) meluncurkan logo baru.
Logo baru itu disebut sebagai penanda sikap optimistis Perindo pada perhelatan Pemilu 2024.
Peluncuran logo anyar itu langsung dilakukan oleh Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo di Jakarta, Jumat (6/8/2021).
Dalam agenda yang juga berlangsung virtual itu, HT menyebut hal itu menjadi momentum kebangkitan Partai Perindo.
"Hari ini adalah hari yang sangat bersejarah, karena hari ini adalah bangkitnya kembali Partai Perindo," kata HT dalam webinar Peluncuran Logo, Website dan Kompetisi Mars Partai Perindo.
Logo anyar Partai Perindo saat ini adalah burung garuda yang membentangkan sayap dengan dua warna berbeda, merah dan biru.
Masing-masing sayap, memiliki lima helai. Secara keseluruhan logo anyar Partai Perindo memadukan warga merah, putih dan biru.
Menurut HT, logo yang dimiliki Partai Perindo itu memiliki makna filosofi yang dalam. Misalnya, garuda dengan sayap lima helai itu melambangkan NKRI dan Pancasila sebagai pijakan.
"Kedua, logo baru ini, kepala garuda menghadap ke kanan. Adalah menggambarkan sikap partai yang berjuang untuk mewujudkan visi partai, Indonesia sejahtera. Ini merupakan tekad dari Partai Perindo," ujarnya menambahkan.
HT mengungkapkan, pihaknya memanfaatkan dua tahun terakhir untuk memikirkan partai. Melakukan perenungan dan introspeksi, serta memikirkan capaian Partai Perindo pada Pemilu sebelumnya.
"Dan apa yang terjadi ini, adalah jawabannya. Dengan melahirkan kembali Partai Perindo."
Memiliki logo baru, logo yang lebih tegas dan jelas yang menggambarkan nilai perjuangan Partai Perindo," ucapnya.
Lebih lanjut HT berpesan pada kader dan elemen di partainya, hasil yang belum signifikan pada Pemilu 2019 lalu, harus dijadikan pelajaran.
Apalagi, dia meyakini ekosistem politik pada Pemilu 2024 mendatang akan berubah.
Misalnya, perkembangan digital dan sebagainya yang diyakini bakal juga berdampak pada model kampanye kepada publik.