Virus Corona di Surabaya

DPRD Ingatkan Bahaya Penumpukan Sampah Medis, Minta DKRTH Antisipasi dan Siapkan Sistem Pengelolaan

Ketua Fraksi PSI yang juga anggota Komisi C DPRD Surabaya William Wirakusuma mengingatkan  Pemkot terkait penumpukan sampah medis selama PPKM.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
surya.co.id/firman rachmanuddin
Ilustrasi polisi saat membagikan 10.000 masker di Surabaya. Anggota dewan mengingatkan Pemkot soal bahaya penumpukan sampah medis, termasuk masker di tengah merebaknya virus corona akhir-akhir ini. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ketua Fraksi PSI yang juga anggota Komisi C DPRD Surabaya William Wirakusuma mengingatkan  Pemkot terkait penumpukan sampah medis selama PPKM.

Apalagi sebulan terakhir terjadi peningkatan jumlah warga terpapar sangat signifikan.

William meminta Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) mengantisipasi lonjakan sampah medis dan menyiapkan sistem pengelolaannya.

Tidak hanya alat medis, penggunaan masker juga berlipat. Penggunana masker dobel.

“Sebulan terakhir ini peningkatan kasus luar biasa, banyak warga yang isolasi mandiri. Warga yang sehat juga kemana-mana pakai masker."

"Jumlah limbah medis terutama masker di rumah tangga pasti ada lonjakan. Perlu ditangani dengan baik," kata William, Rabu (4/8/2021).

William menyarankan DKRTH melakukan Koordonasi dengan Satgas Covid. Mulai dari tingkat kota hingga yang terkecil kampung tangguh bahkan RT/RW.

Jika memungkinkan, mereka bisa menyediakan kantong-kantong khusus yang dibagikan ke setiap rumah tangga untuk memisahkan sampah medis.

“DKRTH ini kan punya program pembinaan kader-kader kebersihan. Selain Satgas Covid, harapannya mereka juga bisa dilibatkan, pengelola bank sampah juga."

"Tiap keluarga dibagikan kantong khusus sampah medis kemudian diambil secara berkala oleh petugas,” saran William.

Diketahui untuk periode Juli lalu, petugas kebersihan DKRTH telah memisahkan sampah masker mulai dari TPS hingga TPA.

Hampir satu ton sampah masker diperoleh dari hasil pemilahan tersebut hanya dalam periode satu bulan.

Sampah ini kemudian didesinfektan, dicacah, dan ditangani sesuai dengan prosedur penanganan limbah medis.

“Pemisahan sampah masker dan sampah medis ini tentu memakan waktu. Alangkah baiknya jika sejak awal sudah dilakukan pemisahan oleh setiap rumah tangga."

"Pasti penanganannya bisa lebih cepat. Dari segi keamanan juga lebih terjaga," kata William.

Tidak ada yang tahu kapan pandemi berakhir. Sistem penanganan dan pemilahan sampah perlu menjadi kebiasaan baru.

Pemerintah bisa mulai mengembangkan dan mensosialisasikan hal ini kepada seluruh warga agar menjadi kebiasaan.

“Jadi selain 3M, pemilahan sampah ini juga perlu dikampanyekan agar menjadi kebiasaan baru di masyarakat."

Semua diberikan peran, sekecil apapun, sebatas memilah sampah juga penting dalam menghadapi pandemi ini. Semua kalau dikerjakan bersama-sama tentu lebih ringan," kata Wiliam.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved