Breaking News:

Berita Surabaya

Vaksin Merah Putih Unair Disiapkan dengan Skema Next Generation Platform, Ini Penjelasannya

Material genetik menjadi hal yang penting dalam pengembangan vaksin, terutama untuk skema next generation.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa Unair dan surya.co.id/ahmad zaimul haq
Prof Dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih M Si (kiri), Koordinator riset Covid-19 di Universitas Airlangga (Unair) dan foto ilustrasi vaksin covid-19 (kanan). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Vaksin Merah Putih yang dikembangkan Universitas Airlangga (Unair) disiapkan dengan skema next generation sehingga bisa melawan mutan Covid-19, termasuk varian Delta yang saat ini banyak ditemukan.

Prof Dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih M Si, Koordinator riset Covid-19 di Universitas Airlangga (Unair) menjelaskan material genetik menjadi hal yang penting dalam pengembangan vaksin, terutama untuk skema next generation.

Hal itu penting dalam pengembangan teknologi dan modifikasi vaksin.

“Modal dasarnya adalah material genetik, sehingga kalau kita tidak mengetahuinya (material genetiknya, Red) maka kita tidak akan bisa mendesain vaksin yang berbasis next generation,” jelas Prof Nyoman dalam webinar untuk peringati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) yang digelar Unair, Senin (2/8/2021).

Genetic material atau material genetik virus, menjadi penting untuk diketahui sehubungan dengan varian virus baru yang sudah sangat bervariasi di pertengahan tahun ini.

Di antara varian virus tersebut, setidaknya ada enam yang menjadi kekhawatiran World Health Organization (WHO).

Baca juga: 30 Supeltas Kota Malang Ikuti Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

“Paling tidak ada enam varian yang menjadi kekhawatiran WHO, yakni alpha, beta, gamma, delta, dan turunan dari delta. Dikhawatirkan enam varian tersebut akan mempengaruhi netralisasi antibodi yang sudah dilakukan karena vaksinasi, atau apalagi yang belum divaksin,” tutur Prof Nyoman.

Saat ini, Unair tengah mengembangkan vaksin dengan dua skema platform, yaitu skema classical platforms dan next generation platforms.

Classical platforms yang dikembangkan oleh Unair dengan memanfaatkan inactivated virus atau virus yang telah dimatikan.

Sedangkan dalam next generation platforms, Unair menggunakan adenoviral vector yang juga dikembangkan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB), serta peptide yang juga digunakan oleh Universitas Padjadjaran (UNPAD).

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved