Kamis, 16 April 2026

Penanganan Covid

Masyarakat dan Pengusaha Mampu Tekan Penularan Covid-19 Berkat Kolaborasi Pemerintah

Sempat menjadi kota di Pulau Jawa dengan tingkat penularan Covid-19 yang cukup tinggi, kondisi di Kabupaten Kudus kini perlahan mulai membaik

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Fatkhul Alami
Djarum Foundation
Alat terapi oksigen High Flow Nasal Cannula (HFNC) yang didonasikan Djarum Foundation ke sejumlah rumah sakit di Kudus, salah satunya RSUD Loekmono Hadi. 

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Fatkhul Alami

SURYA.co.id | SURABAYA - Sempat menjadi kota di Pulau Jawa dengan tingkat penularan Covid-19 yang cukup tinggi, kondisi di Kabupaten Kudus kini perlahan mulai membaik.

Hal ini diakui Menko Maritim & Investasi, Luhut Binsar Panjaitan selaku Koordinator PPKM Mikro Darurat Jawa – Bali.

Dalam rapat evaluasi kebijakan pada Senin (26/7/2021), Luhut menyampaikan, Kudus dapat dijadikan contoh dalam menekan penyebaran virus corona, khususnya bagi sektor industri.

Selaras dengan hal tersebut, Bupati Kudus HM Hartopo menuturkan membaiknya kondisi di Kudus tak lepas dari kolaborasi antara pemerintah, masyarakat serta pihak swasta dalam menanggulangi wabah berbahaya ini.

"Kami berterimakasih atas kolaborasi dan peran serta dari seluruh elemen yakni pemerintah pusat, Pemprov Jateng, TNI & Polri, ketaatan masyarakat selama PPKM Darurat dan juga pihak swasta seperti Djarum Foundation," jelas HM Hartopo dalam rilis yang diterima Surya.co.id dari Djarum Foundation, Selasa (27/7/2021).

Seluruh lapisan itu, dianggap mampu tanggap dalam menghadapi wabah sehingga Kudus bisa keluar dari zona merah penyebaran Covid-19. "Kami berharap, ke depannya masyarakat semakin menaati protokol kesehatan secara ketat sehingga Kudus segera berubah status menjadi zona hijau secepat mungkin” lanjut HM Hartopo.

Lebih lanjut, ditambahkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Badai Ismoyo membaiknya kondisi di Kudus dapat dilihat dari tidak adanya desa di Kudus yang berstatus zona merah dengan sebaran 44 desa berstatus zona oranye, 20 desa zona kuning dan 22 Desa zona hijau. (sumber: Corona.jatengprov.go.id / 18 Juli 2021).

Pun demikian, pulihnya kondisi di Kudus juga dapat dilihat dengan tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit yang kian hari kian menurun.

“Tingkat keterisian tepat tidur rumah sakit saat ini menurun menjadi kisaran 15 persen, dari yang semula nyaris 100 persen penuh di bulan Juni," jelas Badai.

Sementara untuk keterisian ruang ICU, menurun hingga kisaran 60 persen dari total 66 ruangan yang tersedia. Pihaknya berharap, semakin hari, pasien yang sembuh kian banyak sehingga tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit dapat jauh berkurang lagi.

Sementara itu, salah satu dukungan Djarum Foundation, dalam upaya untuk mengurangi tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit, dilakukan oleh dengan menyalurkan bantuan berupa Hospital Bed Paramount Bed 3 Crank sebanyak 300 unit ke beberapa rumah sakit di Kudus dan Jawa Tengah.

"Kehadiran tempat tidur tambahan ini menjadi solusi guna membendung lonjakan pasien yang membutuhkan perawatan di rumah sakit," kata dr Abdul Aziz Achyar, Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus.

Selain itu, Djarum Foundation juga turut menyalurkan donasi berupa seperangkat alat PCR test yang terdiri dari Refrigerated Centrifudge, Vortex Mixer, dan Digital dry bath. Sebagai salah satu rumah sakit yang menerima bantuan alat PCR test tersebut, dr Abdul Aziz mengatakan, hal itu sangat membantu proses testing dan tracing bagi warga Kudus.

“Penanggulangan Covid-19 di Kudus tak lepas dari dilaksanakannya tracing, testing dan Treatment (3T) yang baik," ungkap dr Abdul Aziz.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved