Kamis, 16 April 2026

TNI AL

Bawa Misi Kartika Jala Krida, KRI Bima Suci 99 Hari Arungi Nusantara

KRI Bima Suci-945 memulai misi pelayaran Kartika Jala Krida (KJK) selama 99 hari mengarungi nusantara Senin (26/7/2021).

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
surya.co.id/ahmad zaimul haq
Panglima Komando Armada II (Pangkoarmada II) Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto didampingi Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL) Mayor Jenderal TNI (Mar) Nur Alamsyah melepas KRI Bima Suci-945 dalam Kartika Jala Krida (KJK) AAL yang selama 99 hari mengarungi Nusantara dari Dermaga Madura Markas Koarmada II Surabaya, Senin (26/7/2021). 

SURYA.co.id | SURABAYA - KRI Bima Suci-945 memulai misi pelayaran Kartika Jala Krida (KJK) selama 99 hari mengarungi nusantara Senin (26/7/2021).

Membawa 226 Personil, KRI ini berangkat dari Dermaga Madura Markas Komando Armada II Surabaya.

Sebanyak 112 Taruna, termasuk 12 Taruni AAL bergabung bersama 89 orang awak KRI, 19 orang dari Satuan Latihan KJK, dan 5 orang dari Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) akan bertugas dalam misi arung Samudra Nusantara ini. 

Panglima Komando Armada II (Pangkoarmada II) Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto didampingi Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL) Mayor Jenderal TNI (Mar) Nur Alamsyah melepas pelayaran KJK.

"Sebenarnya tahun ini KJK dijadwalkan pelayaran luar negeri selama 99 hari. KJK ini untuk mengimplementasikan pelajaran di kelas. Semula akan berlayar dari Surabaya, Filipina, Korea, Jepang, dan Rusia. Karena pandemi, KJK digelar di dalam negeri," kata Iwan.

Pengalihan layar dalam negeri itu sesuai perintah Kasal Laksamana TNI Yudo Margono. Anggaran KJK luar negeri itu pun di-refocusing untuk penanganan covid. 

Ditegaskannya bahwa sebelum berlayar, seluruh personel lebih dulu dikarantina selama dua minggu.

Tidak boleh interaksi langsung dengan keluarga. Begitu juga selama pelayaran 15 hari, disiapkan SOP khusus. 

Akan ada ruang isolasi mandiri khusus jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, termasuk disiagakan dokter dengan spesifikasi khusus.

Selama pelaksanaan pelayaran, KRI Bima Suci akan melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.

Sebelum berangkat, seluruh personel Satgas KJK 2021 melaksanakan karantina selama 16 hari di kapal untuk menghindari kontak dan interaksi dengan orang lain.

Selain itu, kapal juga dilengkapi dengan PCR mobile dan ruang laboratorium sendiri.

Pelayaran ini adalah pelayaran ke -6 KRI Bima Suci, mulai dari saat mengambil pertama kali dari Spanyol hingga masuk ke dalam jajaran kapal perang Republik Indonesia, tepatnya di Satuan Kapal Bantu (Satban) Koarmada II

Untuk pelaksanaan KJK kali ini , KRI Bima Suci akan berlayar dalam 99 hari mulai 26 Juli 2021 sampai 01 November 2021.

Dalam kurun waktu sekitar tiga bulan tersebut, KRI Bima Suci yang dikomandani oleh Letkol Laut (P) Waluyo (Han) ini akan mengarungi nusantara dengan jarak tempuh 11.328 NM. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved