Minggu, 10 Mei 2026

Berita Surabaya

HCML Gerak Cepat Antisipasi Peningkatan Penderita Covid-19 dengan Perketat Prokes

Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) kembali melakukan pengetatan protokol kesehatan (prokes) selama operasional di berbagai wilayah kerjanya.

Tayang:
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Cak Sur
Istimewa/HMCL
Anjungan eksplorasi gas yang dilakukan HCML di lepas pantai perairan Madura. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Jumlah warga masyarakat yang terpapar Covid-19 terus mengalami peningkatan akibat adanya varian baru dari India tersebut.

Hal ini mendorong Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) kembali melakukan pengetatan protokol kesehatan (prokes) selama operasional di berbagai wilayah kerjanya.

Manager HSSE Dept HCML, Rockyanto Sasabone mengatakan, pihaknya merespons situasi pandemi Covid-19 saat ini dengan cepat.

"Respons ini bagian dari upaya perusahaan untuk menjaga para pegawai agar terlindung dan tetap bisa bekerja maksimal dan penuh produktivitas," kata Rockyanto, Jumat (23/7/2021).

Dahulu sebelum pandemi, seluruh pegawai HCML bekerja di kantor atau lapangan, bertemu langsung dengan rekan-rekan kerja untuk meeting, menyelesaikan tugas bersama dan lainnya, bahkan untuk sekedar makan siang atau ibadah bersama. Namun, saat mulai pandemi menyerang apalagi sekarang ini, semua berubah total.

"Kami terpaksa bekerja dirumah, bertemu rekan-rekan kerja lewat virtual, tidak bisa makan dan beribadah bersama secara langsung, sistem pendukung kerja dibuat digital, dan lainnya," jelas Rockyanto.

Pandemi Covid-19 tak hanya memunculkan krisis kesehatan, namun juga potensi krisis ekonomi berkepanjangan. Itulah yang membuat manajemen melakukan sejumlah langkah penanganan.

Ada beberapa hal yang dilakukan manajemen HCML dalam menangani pandemi. Pertama, melakukan pemetaan, perencanaan, pencegahan, manajemen kasus, dan melakukan pelaporan rutin sebagai bagian dari pemantauan.

Pemetaan dilakukan dengan memutakhirkan data pandemi harian, baik global, nasional, maupun di internal HCML sendiri. Fasilitas kesehatan yang dimiliki, baik untuk pemeriksaan, isolasi, dan kapabilitas perawatan.

"Dengan pemetaan yang selalu terbarukan tersebut diharapkan bisa melengkapi informasi sebagai bagian dari penanganan," ujar Rockyanto.

Kedua, dari pemetaan yang matang, manajemen perusahaan bisa melakukan perencanaan yang benar, menyangkut prosedur penanganan kasus, standar prosedur operasional yang responsif terhadap Covid-19, dan instruksi kerja terhadap karyawan.

Langkah ketiga adalah prevensi atau pencegahan, yang tak hanya melibatkan perusahaan namun juga individu karyawan.

Dalam rangka memastikan kondisi pegawai, manajemen HCML sudah menetapkan program kerja dari rumah kepada para karyawan sejak 17 Maret 2020.

"Untuk pegawai lapangan, setiap pegawai harus melakukan karantina dan uji laboratorium setiap kali ada pergantian, penambahan, maupun rotasi di lapangan," jelas Rockyanto.

HCML juga menggunakan transportasi darat khusus dari Jakarta ke Surabaya dan ke lokasi kerja untuk menjaga pegawai agar tidak berinteraksi dengan orang lain saat berangkat ke lapangan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved