Senin, 27 April 2026

Berita Gresik

Berbagi Tugas Tangani Kasus Covid-19 di Desa-Desa, Bupati Gresik Beberkan Sejumlah Langkah Strategis

Gus Yani juga menyampaikan bahwa kebijakan lain untuk mengurangi dampak pandemi adalah meningkatkan level Puskesmas

Penulis: Willy Abraham | Editor: Deddy Humana
surya/willy abraham
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani Gresik, AKBP Arief Fitrianto saat mmenemui para kepala desa di Kecamatan Cerme, Kamis (22/7/2021). 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Tugas untuk menangani dan mencegah kasus Covid-19 memang terasa lebih ringan kalau dilakukan bersama-sama atau didelegasikan ke setiap wilayah. Itu menjadi strategi Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani yang salah satunya dengan memperkuat posko Covid-19 sampai ke tingkat kecamatan dan desa.

Nantinya, bupati akan mendukung posko-posko di beberapa kecamatan dengan pengisian oksigen.

“Selain menerima pinjaman beberapa tabung oksigen dari beberapa institusi, kami juga sudah memesan peralatan untuk pemindahan oksigen ke tabung-tabung kecil. Kalau peralatannya sudah datang, nanti setiap posko bisa membantu pengisian oksigen untuk warga yang isolasi mandiri di wilayah bersangkutan," kata Bupati Yani, Kamis (22/7/2021).

Pernyataan ini disampaikan Gus Yani, sapaannya, saat mengunjungi posko Covid-19 di halaman kantor Kecamatan Cerme, Kamis (22/07/2021) petang.

Gus Yani juga menyampaikan bahwa kebijakan lain untuk mengurangi dampak pandemi adalah meningkatkan level Puskesmas menjadi tempat perawatan pertama Covid-19 sebelum dibawa ke rumah sakit (RS) rujukan,

“Stadion Gejos (Gelora Joko Samudro) sudah kami tingkatkan untuk RS lapangan sebagai perawatan pasien yang sakit. Selanjutnya kami juga melengkapi 10 Puskesmas yang akan kami tingkatkan menjadi tempat perawatan pertama (pasien) Covid-19 dan buka selama 24 jam. Kalau perlu akan kami tambah," terangnya.

Sebelum berkunjung ke Posko Cerme, bupati yang didampingi Kapolres Gresik, AKBP Arief Fitrianto dan Dandim 0817 Gresik, Letkol Inf Taufik Ismail juga mengunjungi posko yang ada di Halaman Kantor Kecamatan Kebomas.

Selain mengecek kesiapan setiap posko Covid-19, bupati juga mengumpulkan para Kepala Desa (kades) dan Lurah yang ada di lingkup posko bersangkutan.

Posko Kebomas membawahi tiga Kecamatan yaitu Kecamatan Kebomas, Gresik dan Manyar. Sedangkan Posko Cerme membawahi Kecamatan Cerme, Benjeng, Balongpanggang dan Duduksampeyan.

Dalam penguatan posko Covid-19 ini, bupati dibantu juga oleh 170 tenaga Program Keluarga Harapan (PKH) yang akan disebar ke semua posko di Kabupaten Gresik.

“Terima kasih kepada rekan-rekan PKH, semoga tenaga Anda bisa lebih bermanfaat untuk masyarakat dengan memperkuat tenaga yang ada di Posko Covid-19,” ujar Gus Yani.

Kepada para kades di eks wilker Cerme, bupati mengajak untuk bahu membahu memperkuat posko Covid-19 di wilayah tersebut.

“Para kades harus tahu warga yang tengah isolasi mandiri berdasarkan data dari RT dan RW. Jangan sampai kades tidak tahu ada warganya yang isolasi mandiri, apalagi sampai kritis," tegas bupati.

Kades juga harus memberikan informasi seluas-luasnya tentang Covid-19 dan bagaimana tindakan masyarakat menghadapi penularan. Jangan sampai masyarakat tidak tahu apalagi yang tengah isolasi mandiri. Karena informasi itu sangat penting.

Bupati juga meminta para kades bersama satgas Covid-19 di desanya mengambilkan obat ke posko atau puskesmas. Karena masyarakat mulai keberatan membeli obat ke apotek yang harganya saat ini tidak terjangkau. "Jadi Kades harus lebih pro aktif," tambahnya.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved