Sambang Kampung Malang Surabaya
Warga RT 1/RW 5 Kampung Malang Surabaya Budidaya Hidroponik dan Lele, Sediakan Lahan Khusus
Meski memiliki lahan yang terbatas, suasana asri begitu terasa di kawasan RT 1 RW 5 Kampung Malang, Kelurahan Tegalsari Surabaya.
Penulis: Zainal Arif | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Meski memiliki lahan yang terbatas, suasana asri begitu terasa di kawasan RT 1 RW 5 Kampung Malang, Kelurahan Tegalsari Surabaya.
Kampung yang padat rumah dihuni oleh 197 Kartu Keluarga (KK) ini memaksimalkan potensi dengan bergotong-royong melakukan penanaman tanaman hidroponik.
Warga membudidayakan tanaman hidroponik seperti kangkung, sawi, selada dan tumbuhan hijau lainnya yang ditata rapi di atas pot dan pipa.
Tanaman tersebut sengaja dibudidayakan pada lahan khusus supaya terkena sinar matahari secara langsung.
Ketua RT, Soenarto mengatakan ada 7 tempat yang digunakan untuk melakukan budidaya hidroponik didalam kampungnya.
"Disini banyak rumah-rumah tinggi, sehingga banyak lahan disekitar rumah warga yang tidak terkena sinar matahari. Makanya kami berinisiatif untuk mengumpulkan semua tanaman menjadi pada tempat khusus yang ada sinar mataharinya," ujar Soenarto kepada SURYA.co.id, Senin (12/7/2021).
Sementara untuk warga yang tinggal di dekat dengan lokasi budidaya tanaman hidroponik diberi tugas untuk menjaga agar anak kecil tidak merusak tanaman.
"Warga juga ikut mengontrol air di baknya itu jangan sampai kekeringan, listriknya juga jangan sampai mati. Namun kontrol utama tetap harus kader lingkungan," ungkapnya.
Selain suasananya yang begitu sejuk, di kampung ini juga tak terlihat sampah yang berserakan.
Ketua Kader Lingkungan, Mei Winarti menjelaskan warga RT 01 memiliki komposter dan bank sampahnya sendiri.
"Kalau di RT 1 ada sekitar sepuluh komposter. Dimana sampah-sampah sisa warga diubah menjadi pupuk. Jika cuacanya dalam kondisi terik sekitar 3 bulan pupuk bisa dipakai apabila sudah jadi tanah," ungkapnya.
Saat tanaman hidroponik panen, Winarti mengaku membagikan sebagian hasil tanamannya ke warga untuk dikonsumsi.
Sementara sebagiannya lagi di jual untuk dibelikan bibit yang kemudian ditanam kembali oleh warga.
Selain tanaman Hidroponik, kampung ini juga membudidayakan lele pada drum-drum plastik.
Sebanyak 4 drum plastik ditempatkan pada lahan lebih milik warga setempat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/kader-lingkungan-kampung-malang-surabaya.jpg)