Virus Corona di Surabaya

Update Virus Corona di Surabaya 2 Juli: IGD RSUD Dr Soetomo Penuh Jenazah Covid-19 dan PPKM Darurat

Update Virus Corona di Surabaya hari ini, Jumat (2/7/2021), kasus Covid-19 bertambah 75 kasus. Simak juga tentang PPKM Darurat di Jatim

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Adrianus Adhi
infocovid.jatimprov.go.id
Update virus corona di Surabaya pada Jumat 2 Juli 2021. Simak juga info IGD RSUD Dr Soetomo Penuh Jenazah Covid-19 dan PPKM Darurat di Jatim 

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Adrianus Adhi

SURYA.co.id - Update Virus Corona di Surabaya hari ini, Jumat (2/7/2021), kasus Covid-19 bertambah 75 kasus.

Selain itu, simak juga info tentang beredarnya foto IGD RSUD Dr Soetomo dipenuhi jenazah Covid-19 dan penerapan PPKM darurat di Jawa Timur.

Melansir dari laman infocovid19.jatimprov.go.id, kasus Covid-19 di Kota Surabaya naik 75 kasus.

Sedangkan pasien sembuh juga bertambah 34 orang dan pasien meninggal sebanyak 3 orang.

Baca juga: Daftar Lengkap Wilayah di Jatim yang Masuk PPKM Darurat, ini Aturan Naik Pesawat dan Kereta Api

Berikut data selengkapnya.

1. Update Virus Corona di Surabaya

- Konfirmasi : 25472
- Aktif : 652
- Sembuh : 23418
- Meninggal : 1402

2. Update Virus Corona di Jawa Timur

- Konfirmasi : 174430
- Aktif : 8635 
- Sembuh : 152913 
- Meninggal : 12882 

KONFIRMASI BARU (+1397)

+81 KAB. MOJOKERTO, +78 KAB. MADIUN, +75 KOTA SURABAYA, +71 KOTA MOJOKERTO, +70 KOTA PASURUAN, +68 KAB. LUMAJANG, +65 KAB. SIDOARJO, +58 KAB. BANGKALAN, +57 KAB. MAGETAN, +51 KOTA MADIUN, +46 KAB. JOMBANG, +44 KAB. BANYUWANGI, +44 KAB. LAMONGAN, +43 KAB. PONOROGO, +39 KAB. NGAWI, +36 KAB. NGANJUK, +35 KAB. BONDOWOSO, +34 KOTA PROBOLINGGO, +31 KAB. GRESIK, +31 KAB. TRENGGALEK, +30 KAB. MALANG, +27 KAB. SUMENEP, +24 KAB. PAMEKASAN, +24 KAB. PROBOLINGGO, +23 KAB. SITUBONDO, +23 KAB. PACITAN, +21 KAB. PASURUAN, +21 KAB. KEDIRI, +19 KAB. BOJONEGORO, +18 KAB. BLITAR, +17 KAB. TUBAN, +16 KOTA KEDIRI, +15 KOTA BLITAR, +15 KOTA MALANG, +14 KAB. SAMPANG, +14 KAB. TULUNGAGUNG, +14 KOTA BATU, +5 KAB. JEMBER.

SEMBUH BARU (+871)

+84 KAB. BANYUWANGI, +83 KAB. BONDOWOSO, +68 KAB. BANGKALAN, +48 KAB. SUMENEP, +40 KAB. SIDOARJO, +37 KOTA SURABAYA, +34 KAB. MOJOKERTO, +30 KAB. JOMBANG, +29 KOTA MADIUN, +27 KAB. SITUBONDO, +25 KAB. NGANJUK, +23 KAB. JEMBER, +23 KAB. PACITAN, +23 KAB. KEDIRI, +22 KAB. NGAWI, +22 KAB. MAGETAN, +19 KAB. SAMPANG, +17 KAB. BOJONEGORO, +16 KAB. PROBOLINGGO, +16 KOTA MOJOKERTO, +15 KOTA BLITAR, +15 KAB. PASURUAN, +15 KAB. GRESIK, +15 KAB. LAMONGAN, +14 KOTA MALANG, +13 KOTA BATU, +12 KAB. PONOROGO, +12 KAB. TRENGGALEK, +12 KAB. MALANG, +11 KAB. TUBAN, +10 KAB. MADIUN, +9 KOTA KEDIRI, +9 KAB. BLITAR, +7 KAB. TULUNGAGUNG, +5 KAB. LUMAJANG, +5 KOTA PROBOLINGGO, +3 KAB. PAMEKASAN, +3 KOTA PASURUAN

Beredar Foto IGD RSUD Dr Soetomo Penuh Jenazah Covid-19

Beredarnya foto jenazah yang ditutupi perlak di selasar diduga IGD RSUD Dr Soetomo dibenarkan oleh Direktur RSUD dr Soetomo, Dr Joni Wahyuhadi SpBS (k). 

Dr Joni mengungkapkan foto tersebut merupakan kondisi IGD pada Rabu (1/7/2021).

Dikatakannya jenazah itu menunggu proses protokol pemulasaraan jenasah covid memakan waktu 1,5 hingga dua jam per jenazah.

"Iya (gambar kondisi IGD), progres penyakitnya cepat sekali, datang sudah dalam kondisi desaturasi.

Bahkan ada yang meninggal di ambulans, kemarin sehari meninggal 27. Mohon masyarakat disiplin protokol kesehatan,"ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (1/7/2021).

Dr Joni mengungkapkan kondisi ini tidak terjadi setiap harinya. Hanya  pada Rabu (1/7/2021), banyak pasien datang dalam kondisi parah.

"Iya, 27 yang meninggal itu total dengan yang dirawat di ruang isolasi. Tidak pernah seperti itu tahun lalu," urainya.

Meskipun banyak pasien yang meninggal, dikatakan dr Joni kamar pasien Covid-19 masih dalam kondisi penuh.

Bahkan pihaknya masih berusaha menambah kapasitas kamar. 

Hampir Seluruh Daerah di Jawa Timur Terapkan PPKM Darurat

Sementara itu, hampir seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur dipastikan bakal menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Hanya dua daerah ini bakal tidak menerapkan PPKM Darurat, yaitu Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Sumenep.

Sebab, mayoritas daerah di Jawa Timur masuk dalam kategori nilai assesment 3 dan 4 yang dalam ketentuannya harus menerapkan PPKM Darurat untuk penanganan Covid-19

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengatakan, Pemprov telah mengikuti rapat koordinasi bersama pemerintah pusat terkait arahan PPKM Darurat. 

"Hampir seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur, yang masuk ke assesment 3 dan 4, itu akan menerapkan PPKM Darurat dan Jatim hampir merata," kata Emil Dardak saat ditemui di Surabaya, Kamis (1/6/2021). 

Assesment itu merupakan penilaian yang memperhatikan di antaranya tren kasus per jumlah penduduk, BOR, tracing, dan beberapa penilaian lainnya.

Dari data yang diungkap, hanya ada dua daerah di Jawa Timur yang belum menerapkan PPKM Darurat, ya Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Sumenep. 

"Hampir di seluruh daerah di Jawa Timur, hanya beberapa yang tidak," tambahnya. 

Sebagai pemerintah daerah, Emil memastikan pihaknya bakal menjalankan penuh apa yang menjadi arahan pusat. 

Apalagi, di PPKM kali ini tidak ada ruang diskresi dalam poin-poin aturannya. Hal itu menjadi pembeda dari PPKM yang sebelumnya diterapkan. 

Hanya saja, Emil belum bisa merinci apa saja yang menjadi poin dari PPKM Darurat tersebut.

Namun, diantara sektor yang akan terkena adalah sosial budaya, pendidikan, dan perkantoran dan sebagainya. 

"Nunggu diumumkan Instruksi Mendagri. Cuma yang jelas, PPKM ini dibandingkan PPKM sebelumnya ini akan lebih ketat," terang mantan Bupati Trenggalek tersebut. 

Emil berharap, masyarakat Jawa Timur, semakin dapat meningkatkan kesadaran bahwa saat ini penanganan Covid-19 butuh ekstra.

Peningkatan kedisiplinan harus terus diperhatikan. Apalagi, saat ini, tingkat kasus Covid-19 masih memprihatinkan.

Termasuk, menyukseskan vaksinasi yang saat ini terus digencarkan.

"Maka, mari kita kemudian bekerja sama mudah-mudahan ini adalah momen dimana kita bisa bener-bener mensukseskan upaya kita bisa mengurangi," ungkapnya. 

(Sulvi Sofiana/Yusron Naufal/Putra Dewangga/Surya.co.id)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved