Virus Corona di Jatim
Beredar Foto IGD RSUD Dr Soetomo Penuh Jenazah Covid-19, Direktur: Sehari Kemarin 27 Meninggal Dunia
Beredarnya foto jenazah yang ditutupi perlak di selasar diduga IGD RSUD Dr Soetomo Surabaya dibenarkan Direktur RSUD dr Soetomo, Joni Wahyuhadi.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Parmin
"Saya nggak tega melihat warga kita masuk RS," kata Cak Eri.
"Tadi saya lihat ke RS, lihat dari luar. Ada banyak yang pakai ventilator. Warga Surabaya adalah keluarga saya. Saya sedih harus melihat mereka seperti ini," katanya.
Cak Eri pun berujar bahwa ia mau melakukan apapun demi membebaskan warga dari Covid-19.
Bahkan, ia pun berani menukar jabatannya dengan kesehatan warga.
"Misalnya, Gusti Allah ngendika, 'eh warga Surabaya isa waras tapi awakmu sing nanggung: nggak bisa jadi Wali Kota. Lila. (Misalnya, Allah berfirman, warga Surabaya bisa sehat namun kamu harus berkorban: nggak jadi Wali Kota. Saya rela)," katanya.
Sebab, Wali Kota merupakan pemimpin. Pemangku kebijakan di daerah.
"Wali Kota itu pemimpin. Pemimpin itu menentukan. Sehingga, yang dihisab pertama kali ya pemimpinnya. Jadi, kalau bisa ditukar agar warga Surabaya sehat, saya siap," katanya.
Hal ini lah yang membuatnya tak kuat menahan air mata.
"Sehingga, saya sampai tak kuat menahan air mata. Ya Allah kami melihat banyak keluarga kita meninggal atau sakit. Apa yang bisa kita banggakan?," katanya.
"Sehingga, kalau memang harus ditukar dengan jabatan saya, nggak apa-apa. Demi warga Surabaya bisa sehat semua, saya ikhlas," katanya.
Oleh karenanya, berbagai cara ia lakukan untuk membebaskan warga Surabaya dari Covid-19.
Mulai dari upaya penyekatan warga dari luar kota, tracing massal, hingga vaksin.
Tak berhenti di situ, ikhtiar juga dilakukan dengan berdoa bersama. Rencananya, agenda pembacaan tahlil dan Yasin akan dilakukan rutin setiap Kamis sore.
Ini dilakukan bersama sejumlah OPD dengan daring. "Ini dilakukan melalui zoom (daring) dengan RT, RW, LPMK, dan Seluruh warga dengan peserta membaca Yasin setelah Ashar. Kami doa bersama. Jum'at pagi, kami ada khotmil quran. Bersama seluruh OPD," katanya.
"Sudah banyak warga di Surabaya yang meninggal. Makanya, kami jalankan ikhtiarnya dohir dan batin," terangnya.