Virus Corona di Indonesia

Varian India Menular 5 Detik, Kasus Covid-19 di Indonesia Bisa Capai 100.000 Per Hari di Akhir Juli

Epidemiolog Dicky Budiman memprediksi kasus Covid-19 di Indonesia bisa mencapai 100.000 per hari pada pertengahan hingga akhir Juli 2021.

Editor: Iksan Fauzi
WARTA KOTA/NUR ICHSAN/dok pribadi Dicky Budiman
Ribuan warga antusias tertip antri mengikuti vaksinasi massal covid-19 yang digelar Pemkot Tangerang bagi masyarakat umum yang diadakan di areal Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa (29/6/2021). Vaksinasi ini selain diikuti oleh warga ber KTP Kota Tangerang juga warga di luar Kota Tangerang. Hanya sayangnya antusiasme warga ini menimbulkan antrian yang panjang. Foto kanan : Ahli Epidemiologi Indonesia dan Peneliti Pandemi dari Griffith University, Dicky Budiman. 

SURYA.co.id - Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health, Griffith University Australia, Dicky Budiman memprediksi kasus Covid-19 di Indonesia bisa mencapai 100.000 per hari pada pertengahan hingga akhir Juli 2021.

Ia menyebut, ada sejumlah faktor penyebab meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia bakal berlangsung cepat. Pertama, penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang tidak efektif.

Kedua, penerapan testing, tracing dan treatment atau 3T yang kurang maksimal. Ketiga, faktor varian baru virus corona varian Alpha atau B.1.1.7 dari Inggris.

Keempat, varian Delta atau varian baru virus corona dari India yang sudah mulai mendominasi di Indonesia. Bahkan, virus corona varian India ini bisa menular dalam waktu 5-10 detik ketika berpapasan. 

Seperti halnya Menteri Kesehatan Budi Gundadi yang pernah memprediksi, bahwa kasus Covid-19 bakal meningkat di akhir Juni 2021. 

Bahkan, Indonesia mengalami rekor harian tertinggi dengan tembus 20 ribuan kasus selama tiga hari berturut-turut pada 26-28 Juni 2021.

Bahkan, menurut Dicky lonjakan kasus pada akhir Juni ini adalah puncak dari gelombang pertama.

"Ini sudah jelas apa yang terjadi adalah akumulasi dari banyak faktor. Kebetulan, kita menuju puncak dari gelombang pertama yang tadinya lama," kata Dicky dikutip dari tayangan Youtube Kompas TV (grup SURYA.co.id), Sabtu (19/6/2021).

"Ini adalah akumulasi perjalanan selama satu tahun, dan (kondisi) saat ini diperburuk dengan varian Aplha dari UK (Inggris)," kata Dicky saat dihubungi Kompas.com (grup SURYA.co.id), Senin (14/6/2021).

Menurut Dicky, kondisi lonjakan Covid-19 pada akhir Juni ini adalah baru awal. Kondisi ini akan semakin diperburuk oleh keberadaan varian delta.

"Sedangkan (puncak gelombang Covid-19) yang disebabkan oleh varian Delta, kemungkinan terjadi pada Juli, bisa pertengahan atau akhir Juli," jelas Dicky.

80 persen Covid-19 muncul tanpa gejala

Sebelum lonjakan terjadi pada akhir Juni ini, Dicky sempat memprediksi kasus harian di Indonesia bisa mencapai 100.000.

Hal itu lantaran, masyarakat kerap lalai menanggapi virus corona yang muncul tanpa bergejala.

Dicky mengatakan, berdasarkan riset, sekitar 80 persen Covid-19 muncul tanpa gejala.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved