Minggu, 19 April 2026

Berita Surabaya

Wali Kota Eri Cahyadi Pimpin Tim Pencegahan Covid-19 Terjun ke Kampung-Kampung

Mereka diterjunkan ke kampung-kampung untuk sosialisasi pencegahan Covid-19, khususnya di beberapa zona merah.

Foto Istimewa Humas Pemkot Surabaya
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat memimpin jalannya apel yang akan terjun ke kampung-kampung. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memimpin jalannya apel pasukan, Senin pagi (28/6/2021).

Rencananya, mereka diterjunkan ke kampung-kampung untuk sosialisasi pencegahan Covid-19, khususnya di beberapa zona merah.

Ini menindaklanjuti meningkatnya kasus Covid-19 di Surabaya selama sepekan terakhir.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut saat ini angka positif Covid-19 mencapai 1.060 kasus, 300 di antaranya meninggal dalam sepekan.

"Saya tidak akan menutupi data. Kami sampaikan, hari ini waktunya bangkit. Bahwa korban sudah banyak. Ayo bareng-bareng, kita selamatkan anak cucu kita," kata Cak Eri di Surabaya.

Masyarakat harus meningkatkan protokol kesehatan. Pemkot akan menerjunkan tim menjaga kawasan bisa steril.

Tim ini terdiri dari gabungan Forkopimda hingga lintas dinas di lingkungan Pemkot Surabaya.

Di antaranya, Kepolisian, TNI, BPB Linmas Surabaya, Satpol-PP Surabaya, Dinas Kesehatan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Pemadam Kebakaran, hingga sejumlah perangkat lainnya.

Baca juga: Potensi Parkir di Depan Retail Modern, Ini yang Dilakukan Dinas Perhubungan Kota Batu

Cak Eri Cahyadi menjelaskan, mereka akan berbagi peran.

Ada yang sosialisasi protokol kesehatan, penyemprotan desinfektan, hingga percepatan vaksinasi.

"Kami berikhtiar untuk bisa menghambat penularan. Pencegahan ini penting," kata Cak Eri ditemui usai apel.

Di dalam amanatnya, ia memberikan motivasi. Ia meminta para petugas untuk tidak takut saat bertugas.

Terutama saat turun di zona merah. Mengutip Surat Al-Baqarah ayat 286, Cak Eri menyebut hal ini sebagai salah satu ikhtiar untuk mengantisipasi bencana.

"Saya yakin, mungkin saja ada rasa takut ketika bersentuhan dengan Covid. Sehingga, kami memimpin doa. Sebab, yang bisa mencabut musibah ini adalah Allah," katanya.

"Kita diberikan musibah, harus berikhtiar untuk melewati. La Yukallifullahu Nafsan Illa Wus'aha. Tidak akan pernah Gusti Allah memberikan cobaan yang melebihi dari yang kita mampu," katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved