Berita Jember
Satgas: Dalam Sehari Ada 6 Orang Meninggal Dunia di Jember Akibat Covid-19
Di Jember, ini merupakan catatan kasus kematian terbanyak di bulan Juni 2021 atau setelah Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2021.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID, JEMBER - Berdasarkan rilis dari Satgas Penanganan Covid-19 Jember menyebutkan, dalam sehari ada enam orang meninggal dunia akibat Covid-19 di Kabupaten Jember pada Minggu (28/6/2021).
Ini merupakan catatan kasus kematian terbanyak di bulan Juni 2021 atau setelah Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2021.
Dari pantauan SURYA.CO.ID di dashboard Covid-19 Kabupaten Jember, mulai 1 Juni hingga 26 Juni 2021, kasus kematian per hari antara 0 - 4 kasus. Namun pada 27 Juni 2021, tercatat ada enam kasus kematian.
Sementara itu pada Minggu (27/6/2021), juga ada 15 kegiatan pemakaman oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Namun di catatan Satgas, ada enam orang meninggal dunia karena Covid-19.
Selain ada tambahan enam kasus kematian, Senin (28/6/2021), ada 31 kasus baru positif Covid-19 dan tiga orang sembuh.
Data terakhir di Kabupaten Jember, terdapat 7.383 kasus positif. Dengan rincian 223 orang kasus aktif atau masih dalam perawatan, 6.648 sembuh dan 512 orang meninggal dunia.
223 orang kasus itu, terdiri atas 95 orang dirawat di rumah sakit dan 128 orang menjalani isolasi mandiri.
Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember, dr Alfi Yudisianto mengatakan. Kasus baru itu merupakan hasil pelacakan dan tes dari kasus positif yang sebelumnya ditemukan.
"Kalau klaster tertentu tidak ada. Ini masih menyebar, dan merupakan hasil dari tracing dan testing dari kasus sebelumnya. Masih tetap klaster keluarga yang mendominasi," ujar Aldi melalui sambungan telepon, Senin (28/6/2021).
31 kasus baru itu tersebar di sejumlah kecamatan seperti Patrang, Sumberjambe, Bangsalsari, Kaliwates, Sumbersari, Sumberbaru, Kencong dan Tempurejo.
Sedangkan kasus kematian tercatat di Balung, Kalisat, Kaliwates dan Ambulu.
Sementara kasus sembuh ada di Pakusari, Ledokombo dan Kencong.
Di Bulan Juni ini, atau setelah Lebaran, klaster keluarga yang paling banyak ditemukan di Jember.
Hal ini, kata Alfi, sama dengan fenomena di daerah lain.
Alfi menyebut, paska libur Lebaran memang diprediksi terjadi lonjakan kasus, dan akhirnya muncul klaster keluarga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/peta-sebaran-covid-19-di-jember-27-juni-2021.jpg)