Biodata Kemal Arsjad Komisaris BUMN Askrindo yang Berkata Kasar ke Anies Baswedan Gara-gara Covid-19

Berikut ini sosok Kemal Arsjad, Komisaris Independen dari BUMN Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo yang melontarkan kalimat kasar kepada Gubernur

Editor: Musahadah
twitter/tribunnews
Kemal Arsjad, komisaris BUMN yang berkata kasar ke Anies Baswedan. Berikut ini profil dan biodatanya. 

"Akibatnya emosi saya terpancing. Mengingat banyak kerabat dekat yang belum mendapatkan penanganan dengan status CT yang kurang baik," sebutnya.

"Saya sadar seharusnya bisa menahan diri. Dan untuk itu, saya mohon maaf sebesar-besarnya jika ada teman yang merasa tersinggung dengan cuitan saya tersebut," imbuhnya.

Profil dan Biodata Kemal Arsjad 

Dikutip dari https://id.linkedin.com/in/kemalarsjad, Kemal Arsjad menyebut dirinya seorang visioner Idiosyncratic yang bergairah.

Dia memiliki passion pada film, periklanan digital, teknologi seluler dan BlackBerry. 

Kemal sempat memproduseri film  Sang Penari dan Garuda di Dadaku 2.

Alumnus SMP 56 Jakarta dan Universitas Pelita Harapan ini mendirikan Better-B, pembuat aplikasi BlackBerry melalui bendera PT Diantara Kode Digital (DKD) pada Desember 2008.

Kemal sendiri “kejeblos” di dunia TI lantaran pergaulannya yang cukup intim dengan pengguna ponsel pintar BlackBerry lainnya melalui milis ID-BlackBerry.

Dari situ, ide mengoptimalkan perangkat BlackBerry terus bermunculan.

Pada Maret 2008, bersama beberapa temannya, Kemal coba mengutak-atik BlackBerry dan menciptakan aplikasi yang intinya dapat memudahkan konsumen dalam menggunakan ponsel ini.

 “Waktu itu kami perlu me-refresh memory. Meski tidak tahu caranya, terpikir juga kenapa kami tidak buatkan setting-nya sekalian di dalam BlackBerry,” ujar pria kelahiran tahun 1976 yang berhasil bangkit dari ketergantungannya pada narkotika itu dikutip dari Kompas.com. 

Sembari kuliah di Jurusan Marketing UPH, pada 1994, Kemal menjalankan bisnisnya, mengelola gokart off road dan berbagai event organizer di Bukit Sentul.

Tapi, sayang, Kemal terjerumus dalam dunia obat-obatan terlarang. Alhasil, kuliahnya pun molor tujuh tahun dan hampir drop out (DO).

Bukan itu saja. Duitnya nyaris habis.

“Pada tahun 2000, saya bangkrut dan sempat tidak punya apa-apa lagi,” kenang Kemal. Untungnya, ia bisa lulus kuliah pada 2001.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved