Rabu, 13 Mei 2026

Berita Surabaya

Atasi Learning Loss, SMAN 15 Surabaya Bentuk Kelas Kasih Sayang

Banyak siswa yang mengalami penurunan nilai akademik,SMAN 15 Surabaya membuat program khusus yang dinamakan Kelas Kasih Sayang.

Tayang:
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Sulvi Sofiana
Pendampingan siswa SMAN 15 Surabaya yang kesulitan akademik selama pembelajaran daring 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Menurunnya kompetensi belajar siswa atau learning loss banyak terjadi selama pembelajaran daring. Akibatnya, banyak siswa yang mengalami penurunan nilai akademik.

Tak hanya itu, siswa juga kesulitan dalam memahami pembelajaran yang diberikan. Sebagai antisipasi penanganan hal ini, SMAN 15 Surabaya bahkan membuat program khusus yang dinamakan Kelas Kasih Sayang.

Kelas yang berisi 86 siswa dari kelas 10 dan 11 ini, dibuat untuk memberikan pendampingan pembelajaran bagi siswa yang tertinggal secara akademik.

Selain itu, kelas tersebut juga memberikan pendampingan psikis sosial emosional kepada siswa.

Dikatakan Guru Bimbingan Konseling (BK), Nurmala Hayati berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan pihaknya selama setahun terakhir selama pandemi, banyak kondisi yang tidak selalu mendukung anak selama belajar dari rumah.

Mulai kesulitan akses internet, kondisi sosial emosional tidak mendukung yang menyebabkan tugas terbengkalai, ketinggalan pelajaran, dan banyak nilai tidak tuntas.

"Di semester 1 kemarin kejadian itu (tugas terbengkalai) mereka harus mengejar pembelajaran sendiri. Tapi bukannya selesai tugas-tugasnya malah bertambah keteteran dan numpuk," katanya, Rabu (23/6/2021).

Karena itu, selama liburan sekolah semester dua, BK SMAN 15 Surabaya mengusulkan program Kelas Kasih Sayang.

Dalam kelas ini, siswa difasilitasi pendampingan agar bisa menyelesaikan kendala selama belajar daring.

Serta menyelesaikan tugas secara bersama-sama dengan teman-temannya yang mempunyai persoalan sama.

"Kami beri guru mata pelajaran (mapel) untuk mendampingi siswa menyelesaikan tugas-tugasnya. Termasuk peran BK yang memberikan pendekatan sosial emosional untuk pengelolaan diri mereka," jelasnya.

Dikatakan Nurmala, selama pembelajaran jarak jauh tantangannya siswa harus punya komitmen belajar mandiri, kondisi fasilitas mendukung, dan dirumah nyaman.

"Tapi faktor-faktor tidak selesai. Yang kami temui justru ada yang literasi digitalnya lemah, kemandirian belajar belum terbentuk. Sehingga cara paling banyak diambil siswa banyak absen dalam kelas online," jelasnya.

Ia melanjutkan sebelum kelas kasih sayang dibuka, pihaknya telah melakukan konseling lebih dulu terhadap siswa. Dari hasil tersebut, memang banyak berkaitan dari akademik. Namun, akar persoalan lebih pada sosial emosional.

"Yang kami coba temukan bahwa tidak hanya persoalan akademik. Ada anak cerdas, fasilitas mumpuni tapi motivasi belajar tidak ada. Dia punya pandangan tidak suka belajar online," tuturnya.

Karenanya, dalam mengatasi hal itu Nurmala memberikan pembekalan, pembelajaran, skill pengelolaan diri yang meliputi maindset, dan adab belajar.

"Jika siswa masih butuh konseling kami juga sediakan di sekolah," imbuhnya.

Dalam program Kelas Kasih Sayang ini, Nurmala menuturkan, jika dilakukan sosialisasi terhadap orang tua. Kemudian, membuat kontrak belajar dengan siswa, assesment untuk pemetaan siswa, menganalisa faktor kesulitan belajar, memberikan motivasi dan melakukan evaluasi.

"Kegiatan ini mulai Senin (21/6/2021) sampai Rabu (30/6/2021), tapi bisa jadi ini diperpanjang hingga awal Juli untuk siswa yang masih butuh pendampingan. Sehingga pada waktu tahun ajaran baru mereka bisa menuntaskan tugas-tugasnya," paparnya.

Dalam pelaksanaan ini, 86 siswa yang mengikuti kelas akan dikelompokkan berdasarkan tugas-tugas per mapel. Maksimal perkelas 18 siswa selama satu jam setengah. Dengan menggunakan tiga sesi. Mulai jam 08.00 pagi-11. 30 siang.

Sementara itu, cara lain dalam mengatasi persoalan learning loss siswa dilakukan SMAN 16 Surabaya.

Dalam hal ini, sekolah menerapkan program home visit bagi siswa yang bermasalah baik secara nilai akademik maupun sikap.

Sementara untuk meningkatkan nilai akademik atau prestasi lomba, seperti KSN, pihak sekolah menggandeng bimbel, alumni dan Institute Teknologi Selupuh Nopember (ITS). Untuk meningkatkan nilai akademik atau prestasi lomba. Misal KSN, Kita menggandeng Bimbel, Alumni dan PTN

"Bila ada siswa yang bermasalah baik akademik maupun masalah yang lain kita ada tim BK, didampingi wali kelas untuk berkunjung ke rumah peserta didik. Idealnya guru BK mengawal 150 siswa sekitar 5 kelas," ujar Waka Humas SMAN 16 Surabaya, Abdul Razzaq Thahir menjabarkan.

Untuk evaluasi selama setahun terakhir, Reza sapaan akrabnya menuturkan jika proses pembelajaran daring berjalan lancar.

Dalam memantau perkembangan atau kemajuan belajar siswa, pihak sekolah memanfaatkan whatssapp grup, telfon orang tua hingga melakukan home visit dengan menerapkan protokol kesehatan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved