Berita Blitar
Pengemudi Pick Up di Blitar Ditabrak Kendaraannya Sendiri, Berawal dari Jalanan yang Menanjak
Pengemudi Pick Up di Blitar Ditabrak Kendaraannya Sendiri Dari Belakang, Berawal dari Jalanan Nanjak
Penulis: Imam Taufiq | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.co.id, Blitar - Senan (43), warga Dusun Ringinrejo, Desa Kebonsari, Kecamatan Kademangan tewas setelah tubuhnya terhantam bodi belakang (bak) mobil pik up L 300 yang dikemudikannya sendiri.
Itu terjadi di saat mobil bermuatan pupuk organik itu tak kuat menanjak lalu diganjal dengan batu. Batu itu tak kuat menahan bebannya.
"Mobil itu mendadak berjalan mundur dan mengenai korban yang ada di belakangnya," kata AKP Suyatno, Kapolsek Kademangan.
Menurutnya, kecelakaan tunggal itu terjadi di jalan tanjakan Desa Ringinrejo, Selasa (22/6) pagi, saat mobil yang dikemudikan korban itu tak kuat melewati jalan tanjakan.
Saat itu, mobil pik up L 300 dengan nopol AG 1442 KF sedang bermuatan pupuk organik. Korban tak sendirian melainkan ditemani oleh Supomo (52), kenetnya yang juga tetangganya.
"Mobil itu bermuatan pupuk, yang akan dikirimkan ke sejumlah kelompok tani. Korban sudah biasa lewat situ (jalan tanjakan itu)," ungkapnya.
Entah karena muatannya terlalu berat atau ada penyebab lain, mobil yang melaju ke arah selatan itu mendadak berhenti di jalan tanjakan.
Meski sudah dipaksakan, namun mobil itu tetap tak kuat. Karena itu, korban dengan cepat menyuruh kenetnya turun untuk mencari batu buat mengganjalnya. Setelah ditemukan batu, si kenet mengganjal ban belakang sebelah kanan.
"Mungkin, merasa sedikit aman, sehingga korban turun untuk mengeceknya. Ia jongkok di belakang mobilnya, untuk mengecek batu yang dipakai mengganjal itu," paparnya.
Setelah melihatnya, korban merasa mobilnya belum aman, sehingga kembali menyuruh kenetnya, untuk mencari satu batu lagi. Rencananya, itu buat mengganjal ban sebelahnya atau sebelah kiri belakang, agar lebih aman.
"Di saat si kenetnya sedang mencari batu itu, mobilnya mendadak berjalan mundur. Informasinya, batu yang dipakai mengganjal ban belakang sebelah kanan tadi melesat.
Mungkin karena batunya kurang besar atau karena terlalu beratnya beban mobil sehingga batu itu ttak kuat menahannya," paparnya.
Celakanya, saat mobilnya berjalan mundur, korban belum sempat bergeser dari tempat jongkoknya. Akibatnya, tubuh nya langsung terhantam bodi belakang pik up-nya, hingga terperosok ke tepi jalan yang banyak tumbuhj rumput ilalang.
Kebetulan, di antara rumput ilalang itu ada pohon jati sehingga tubuh korban terjepit di antara pohon jati dan bak L 300. Melihat sopirnya dalam kondisi seperti itu, si kenet langsung berteriak kaget.
"Kami belum bisa memastikan, apakah mobil itu dalam kondisi mesinnya dimatikan atau hidup. Makanya, kalau mengalami hal seperti itu, sebaiknya mesin dimatikan, agar selama belum menemukan batu buat menganjal kedua ban belakang, pengamanannya bisa dobel.
Yakni, selain pakai hand rem juga bisa sekalian diperkuat lagi dengan gigi perslening dimasukkan, agar kian aman," pungkasnya.
Ikuti berita terbaru Blitar di SURYA.co.id