Berita Surabaya
Sekolah Tatap Muka Bisa Dilaksanakan Juli Mayoritas Sekolah Siap
Survei Dewan Pendidikan pada sekolah di Jatim mayoritas sekolah siap tatap muka.
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Anas Miftakhudin
SURYA.co.id, SURABAYA - Dewan Pendidikan menilai Kota Surabaya bisa melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Namun syaratnya, masyarakat harus bisa mengantisipasi masing-masing wilayahnya dari zona merah (cluster penularan Covid-19).
Dewan Pendidikan Jatim mengutip zona penularan di Surabaya hingga 18 Juni 2021 menyebut tak ada zona merah di Surabaya. Rinciannya, 83 kelurahan di zona hijau, 68 kelurahan masuk zona kuning, dan sisanya oranye.
"Artinya, secara aturan, Surabaya diperbolehkan untuk menggelar sekolah tatap muka. Ini kalau berdasarkan data saat ini," kata anggota Dewan Pendidikan Jawa Timur, Isa Ansori, Sabtu (19/6/2021).
Hal ini disampaikan Isa mengutip Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri. Ini terkait pembelajaran tatap muka bagi daerah di zona aman Covid-19 yang ingin menggelar pelaksanaan sekolah tatap muka.
Yang mana, sekolah yang berada di zona hijau dan kuning diperbolehkan untuk melakukan pembelajaran tatap muka. Sedangkan kelurahan di zona merah tak diperbolehkan PTM.
"Ini sebuah kepastian bahwa masih ada proses belajar di sekolah. Namun, tetap dengan menjalankan protokol kesehatan," katanya.
Namun, saat ini sekolah masih dalam massa libur kenaikan kelas (12 Juni - 10 Juli 2021). Paling cepat, PTM di Surabaya bisa dimulai pada tahun ajaran baru 2021 (12 Juli 2021).
Namun, indikasi ini bisa saja berubah apabila sekolah yang berada di wilayahnya tiba-tiba masuk zona merah. "Kalau tiba-tiba merah, ya harus mengikuti aturan. Ini (regulasi) sifatnya elastis, bisa berubah," katanya.
Selain memastikan di luar zona merah, masing-masing sekolah juga harus menyiapkan sejumlah persiapan lain. Di antaranya, mendapat restu dari orang tua/wali murid.
"Sekian banyak wali murid, masih ada yang ragu. Ada juga yang mantap soal PTM. Sehingga, ketika pemerintah memperbolehkan, sekolah tetap harus koordinasi dengan wali murid," katanya.
Baik wali murid yang membolehkan anaknya sekolah tatap muka maupun tidak, harus sama-sama dilayani.
"Misalnya, yang ragu diberikan pembelajaran secara daring. Lainnya, bisa dengan offline," terangnya.
Selain itu, sekolah harus ikut menyiapkan fasilitas yang memadahi. Survei Dewan Pendidikan pada sekolah di Jatim menyebut mayoritas sekolah siap sekolah tatap muka.
Misalnya, dari tenaga pendidik. "Sekitar 93 persen guru siap untuk PTM. Sedangkan, sebanyak 83 persen sekolah menyatakan siap," katanya.
Kesiapan dari guru dibuktikan dengan keikutsertaan guru dalam vaksinasi. "Di Surabaya misalnya, Pemkot sampai bekerja sama dengan swasta untuk vaksinasi," lanjutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/simulasi-tatap-muka.jpg)