Berita Entertainment
Biodata Fuad Alkhar alias Wan Abud 'Bahlul Ente' yang Meninggal Dunia Hari ini, ini Profesi Terakhir
Berikut ini profil dan biodata Fuad Alkhar alias Wan Abud yang meninggal dunia hari ini, Jumat (18/6/2021).
Akting dan ucapannya itu, acap kali membuat perut menggelitik.
Nona Manis merupakan film debutan Fuad di industri hiburan Indonesia. Dalam film yang tayang pada tahun 1990 itu, di beradu peran dengan Ray Sahetapy, dan Meriam Bellina.
Wan Abud juga pernah beradu akting dengan Doyok dan Kadir di film berjudul ‘Salah Pencet’.
Ini judul film yang pernah ia bintangi, Nona Manis (1990), Ini Rindu (1991), Catatan si Boy V (1991), Akal-akalan (1991).
Kemudian, Nada dan Dakwah (1991), Bukan Main (1991), Salah Pencet (1992), Masuk Kena Keluar Kena (1992). Pintar-Pintaran (1992), Sarang Hantu Jakarta (2014), Harim di Tanah Haram (2015)
Tak hanya layar lebar, Wan Abud juga pernah bermain pada beberapa judul sinetron. Yang paling diingat ialah saat dirinya bermain di sinetron ‘Putri Duyung’.
Dia menjadi musuh Almarhum Abidin Domba dan Ayu Azhari yang berperan sebagai putri duyung.
Wan Abud sendiri berperan sebagai penjahat yang mengejar Intana. Sayangnya, ia malah sering kena imbas dari alat yang ia gunakan untuk menangkap Putri Duyung.
Lepas dari aktingnya beberapa tahun silam, hingga kini Wan Abud masih tetap eksis di dunia hiburan.
Ini judul sinetron yang pernah ia bintangi :
Ada Ada Saja (1993-1995); Putri Duyung (1999); Putri Salju (2005-2009); Kawin Muda (2006-2007); Emak Ijah Pengen ke Mekah (2013-2015)
2. Tak Lagi Jadi Artis, Geluti Bisnis
Bisnis yang digeluti Wan Abud bergerak dalam bidang tata rias pengantin dan jasa paket pernikahan.
Rupanya, dari Informasi yang dihimpun TribunnewsBogor.com, Wan Abud tak lagi bergelut dalam dunia akting.
Dia memilih untuk menjadi seorang pebisnis.
Bisnis yang digeluti Wan Abud bergerak dalam bidang tata rias pengantin dan jasa paket pernikahan.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul BREAKING NEWS, Fuad Alkhar alias Wan Abud Meninggal Dunia, Ayu Azhari Membenarkan