Breaking News:

Berita Kediri

Permudah Pembelajaran Anak Inklusi, Guru di Kota Kediri Kembangkan Program Pengembangan Individual

siswa inklusi akan didampingi satu guru pendamping di kelas untuk membantu memahami materi lebih sederhana.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Deddy Humana
surya/didik mashudi
Seorang guru pendidik khusus memperlihatkan alat peraga untuk membantu kegiatan belajar siswa inklusi di Kota Kediri, Rabu (16/6/2021). 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Sebanyak 80 guru pendidik khusus yang tergabung Kelompok Kerja Guru (KKG) Inklusi Kota Kediri membuat inovasi bernama Program Pengembangan Individual (PPI) selama pembelajaran daring. Inovasi tersebut dibuat sebagai cara memudahkan pembelajaran pada anak inklusi selama masa pandemi.

“Siswa kami beri salinan materi terlebih dahulu untuk dipelajari bersama orangtua. Nanti ketika di kelas akan dibahas kembali,” jelas Harita Candra Sari (28), Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) Inklusi Kota Kediri sekaligus Guru Inklusi SMPN 1 Kediri, Rabu (16/6/2021).

Dijelaskan Candra, setiap materi akan diulang sampai 5-6 kali sampai siswa paham. Dibandingkan dengan belajar daring, siswa akan lebih mudah mengingat ketika pembelajaran tatap muka.

Candra bersama guru pendidik Khusus lainnya mengampu Kelas Program Pengembangan Individual (PPI) yang menjadi kelas tambahan untuk siswa inklusi setelah mengikuti kelas umum. Saat masih kegiatan belajar luring, guru inklusi akan bertemu siswanya pada jam akhir sekolah.

“Biasanya mulai pukul 14.00 WIB. Jadwalnya 3 kali tatap muka dalam sepekan. Setiap kelas berlangsung dengan durasi 1 jam,” jelasnya.

Isi program dan pengelompokan kelas disesuaikan kebutuhan dan latar belakang siswa. Pada pembelajaran luring tingkat sekolah dasar, siswa inklusi akan didampingi satu guru pendamping di kelas untuk membantu memahami materi lebih sederhana.

Kelas PPI tidak hanya mengulang dan menyederhanakan penyampaian materi di kelas umum. Pelatihan emosional, pembiasaan, dan komunikasi juga menjadi fokus utama capaian program. Dijelaskan, hadirnya orangtua yang mendampingi siswa saat belajar daring cukup menjadi pertolongan pertama.

“Karena anak berkebutuhan khusus harus melihat dan merasakan agar ingatan lebih kuat, maka perlu adanya ekstra pendampingan dari orangtua selama pembelajaran,” jelasnya.

Selain itu, pembelajaran dilakukan dengan menggunakan alat peraga penunjang ketika sekolah daring. Inovasi metode PPI ini juga dilakukan serentak di semua sekolah inklusi di Kota Kediri.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menyampaikan, tujuan adanya kelas inklusi di Kota Kediri itu sebagai bentuk pemenuhan hak pendidikan anak berkebutuhan khusus (ABK) yang merujuk Program Sekolah Ramah Anak.
“Dan yang terpenting kita semua tahu bagaimana mendidik mereka yang memiliki keistimewaan ini,” ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved