Breaking News:

Berita Blitar

Setelah Beradu Balap Motor 100 Meter, Ratusan ABG Harus Finish di Polres Blitar

Ternyata para remaja itu sengaja melakukan balap liar di jalan raya sepanjang sekitar 100 meter di kawasan bendungan PLTA

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Deddy Humana
surya/imam taufiq
Ratusan pebalap liar, yang kebanyakan masih ABG duduk berjejer di halaman Polres Blitar setelah terjaring razia, Minggu (13/6/2021) malam. 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Dikira sudah aman karena jauh dari mana-mana, ternyata balapan liar yang berlangsung di Bendungan PLTA Jegu, Kecamatan Sutojayan, tetap diobrak petugas Polres Blitar, Minggu (14/6) malam.

Hasilnya luar biasa, karena polisi menjaring sekitar 112 pelaku balap liar yang rata-rata berusia belasan tahun alias anak baru gede (ABG), antara 15 tahun sampai 17 tahun.

Selain mengamankan ratusan ABG, polisi juga menyita sekitar 97 sepeda motor. Meski tidak semua motor itu adalah modifikasi atau protolan, polisi tak pandang bulu. Semua yang terlibat dan berada di area balap liar, tetap diangkut bersama puluhan motor itu.

"Kalau anak-anak itu sudah dipulangkan setelah diberi pembinaan. Namun sepeda motornya masih di Polres Blitar meski surat-suratnya lengkap. Itu karena harus menunggu proses persidangan," kata Kasatlantas Polres Blitar, AKP I Putu Angga Feriana, Senin (14/6/2021).

Menurut Feriana, razia besar-besaran dilancarkan malam itu karena banyak pengaduan dari masyarakat kalau aksi adu ketangkasan motor itu sangat mengganggu ketenangan. Sebab balapan liar berlangsung di jalan raya, terutama saat Sabtu malam atau Minggu malam.

Meski lokasinya agak jauh dari perkampungan, tetapi aksi balap liar itu juga membahayakan pengendara lain. "Selain itu, mereka berkumpul dalam jumlah yang banyak tanpa menjalankan protokol kesehatan," tambah Feriana.

Setelah mendapatkan pengaduan, petugas akhirnya menyelidikinya. Ternyata para remaja itu sengaja melakukan balap liar di jalan raya sepanjang sekitar 100 meter di kawasan bendungan PLTA. "Itu jalan tembus antarkecamatan yakni Kecamatan Sutojayan dengan Kecamatan Panggungrejo, sehingga dilewati banyak orang," ungkapnya.

Lokasi yang ideal dan jalan yang lurus serta relatif sepi pada malam hari, membuat pelaku balap liar kerap berkumpul di lokasi itu. Berada di depan pintu masuk ke PLTA Jegu, jalan itu memiliki lebar 20 meter dan panjang sekitar 500 meter, sedangkan di kedua sisinya adalah tebing bendungan.

"Permainanannya adalah beradu cepat dengan jarak 100 meter. Biasanya mereka balapan pada malam minggu namun kemarin berlangsung pada Minggu malam. Sepertinya, mereka sedang mengecoh petugas," paparnya.

Karena kondisi jalan yang dipakai balapan hanya satu arah dengan kanan kiri tertutup pagar, maka petugas dengan mudah mengamankan. Mereka tak bisa lari saat dikepung petugas, yang datang dari dua arah.

Tidak hanya pembalapnya yang diamankan namun anak-anak yang sedang menonton juga tak bisa kabur. Dari sekian anak yang diamankan itu ada tujuh anak yang jadi joki.

"Begitu dirazia, mereka langsung kami naikkan ke truk untuk dibawa polres malam itu juga. Tiba di polres, mereka langsung mendapatkan pembinaan," paparnya.

Para orangtua atau anggota keluarga mereka pun didatangkan. Meski juga ada remaja yang apes karena hanya menonton malah ikut terjaring, seperti Ag (15), Dw (15) dan Jf (15), Kecamatan Selopuro. Keduanya mengaku hanya menonton meski tujuh joki yang ditangkap usianya tidak terpaut jauh dengan mereka.

"Kenapa orangtuanya kami datangkan, agar anak-anak itu takut dan orangtuanya juga tahu kalau anaknya berada di lokasi balapan liar. Sehingga lain kali saat pamitan keluar malam hari, orangtuanya bisa memantau,'" pungkasnya. ***

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved