Breaking News:

Berita Lamongan

Playboy Kampung asal Lamongan Ketagihan Usai Nodai Pacar, Juga Beraksi di Kampung Amrozi

EL mengaku telah menodai INK kali pertama di rumah temannya, di Perumahan Samudra Residen Geneng Indah Kecamatan Brondong setahun silam.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Deddy Humana
surya/hanif manshuri
Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana didampingi Kasat Reskrim AKP Yoan Septi Hendri menginterogasi tersangka pencabulan dalam rilis, Senin (14/6/2021). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Tidak hanya Kepala Desa Karangwedoro, Kecamatan Turi Lamongan yang ketahuan 30 kali berbuat nista dengan istri warganya, perbuatan serupa juga dilakukan EL (20), remaja asal Dusun Penanjan, RT002/RW001 Desa/Kecamatan Paciran.

Bahkan pegawai sebuah warung itu mengulangi sampai beberapa kali setelah berhasil merenggut kesucian INK (17), pacarnya.

Kepada polisi, EL mengaku telah menodai INK kali pertama di rumah temannya, di Perumahan Samudra Residen Geneng Indah Kecamatan Brondong sekitar setahun silam. Dan modal EL sebagai playboy kampung hanya bujuk rayu kepada INK yang masih lugu.

Setelah berhasil merayu INK untuk menyerahkan kehormatannya dengan janji akan dinikahi, EL mengulanginya sehingga sejoli tanpa ikatan resmi itu sudah melakukan perbuatannya sampai delapan kali.

Yang nekat, EL juga pernah memaksa melakukan perbuatan mesum itu di Desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro, yang juga tempat kelahiran Amrozi, salah satu anggota peristiwa bom Bali. Dan Desa Tenggulun itu adalah rumah orangtua INK.

"Dengan janji akan dinikahi dan bujuk rayu itu, tersangka menodai korban yang masih di bawah umur, " kata Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana didampingi Kasat Reskrim AKP Yoan Septi Hendri, Senin (14/6/2021).

EL pun tidak membantah bahwa perbuatan pertama ia lakukan di Brondong, dan itulah perbuatan terlarang pertama yang mereka lakukan. Sempat ada jeda cukup lama karena EL menghilang dan tak bisa dihubungi setelah kejadian pertama itu.

Keduanya kembali bertemu, Sabtu (27/2/2021) pukul 01.00 WIB di Desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro atau rumah INK. Bukannya memenuni janji untuk menikahi, EL malah berulah lagi dengan mengerjai INK.

"Tersangka dijerat Pasal 81 dan 82 UU nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman minimal 5 tahun, paling lama 15 tahun, " kata Miko. ***

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved